alone


I made this widget at MyFlashFetish.com.

Pages

Selasa, 01 Maret 2011

BUDAYA ORGANISASI

1. PENDAHULUAN
Kebudayaan adalah cerminan dari cara berpikir dan cara bekerja manusia.oleh karna itu budaya merupakan bentuk sesungguhnya dari perilaku makhluk tuhan.dalam budaya organisasi didalamnya terdapat sharing atau berbagi nilai dan keyakinan yang sama antara anggota organisasi .misalnya , berbagi nilai dan keyakinan yang sama melalui seragam.
Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat di tentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. istilah untuk pendapat itu adalah cultural-determinism. herskovit memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun-temurun dari satu genrsi ke generasi yang lain, dan disebut sebagai superorganic. Menurut Andeas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian, nilai, norma, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur social, religious, dan lain-lain.budaya yang bermacam – macam dalam lingkungan hidup juga mempengaruhi mnajemen,menjadi sesuatu hal yang harus kita terapkan dalam kehidupan manajemen.
Budaya organisasi dalam lingkup manajemen , dapat kita terapkan tentunya ketika kita sudah memasuki dunia perkantoran .mampu menerapkan budaya organisasi pada dunia perkantoran,berarti menunjukkan bahwa orang di sekeliling kita menerima apa yang sudah kita terapkan . Budaya organisasi dalam perkantoran tidak bisa untuk kita lupakan/ tidak kita laksanakan, karena untuk mampu bersaing dalam era globalisasi budaya organisasi, khususnya dalam perkantoran harus senantiasa kita kembangkan. Perkembangan yang bisa kita lakukan adalah mengajarkan/menyebarkan budaya organisasi itu sendiri kepada semua orang. Sehingga orang lain pun dapat bersaing dengan orang-orang yang disekelilingnya (sudah mahir). Melalui perkembangan teknologi yang begitu canggih dan pesat mampu membawa budaya organisasi itu sendiri kedalam lingkungan manajemen lainnya.Itulah yang melatar belakangi penulisan ilmiah ini.

2.PEMBAHASAN
2.1. pengertian budaya organisasi
Kita tinjau Pengertian budaya itu sendiri menurut : “The International Encyclopedia of the Social Science” (1972) dpat dilihat menurut dua pendekatan yaitu pendekatan proses (process-pattern theory, culture pattern as basic) didukung oleh Franz Boas (1858-1942) dan Alfred Louis Kroeber (1876-1960). Bisa juga melalui pendekatan structural-fungsional (structural-functional theory, social structure as abasic) yang dikembangkan oleh Bonislaw Mallllinowski (1884-1942) dan Radclife-Brown yang kemudians dari dua pendekatan itu Edward Burnett Tylor (1832-1917 secara luas mendefinisikan budaya sebagai :”…culture or civilization, taken in its wide ethnographic ense, is that complex whole wich includes knowledge,belief, art, morals, law, custom and any other capabilities and habits acquired by man as a memmmber of society” atau Budaya juga dapat diartikan sebagai : “Seluruh sistem gagasan dan rasa, tindakan serta karya yang dihasilkan manusia dalam kehidupan bermasyarakat yang dijadikan miliknya melalui proses belajar(Koentjaraningrat, 2001: 72 ) sesuai dengan kekhasan etnik, profesi dan kedaerahan”(Danim, 2003:148).
Secara lengkap Budaya bisa merupakan nilai, konsep, kebiasaan, perasaan yang diambil dari asumsi dasar sebuah organiasasi yang kemudian diinternalisasikan oleh anggotanya. Seorang professional yang berkarakter dan kuat kulturnya akan meningkatkan kinerjanya dalam organisasi dan secara sekaligus meningkatkan citra dirinya.
• Organisasi dan budaya
Membahas budaya, jelas tidak bisa lepas dari pengertian organisasi itu sendiri dan dapat kita lihat beberapa pendapat tentang organisasi yang salah satunya diungkapkan Stephen P. Robbins yang mendefinisikan organisasi sebagai “…A consciously coordinated social entity, with a relatively identifiable boundary that function or relatively continous basis to achieve a common goal or set of goal”. ( Robbins, 1990: 4) Sedangkan Waren B. Brown dan Dennis J. Moberg mendefinisikan organisasi sebagai “…. A relatively permanent social entities characterized by goal oriented behavior, specialization and structure”(Brown,etal,1980:6) Begitu juga pendapat dari Chester I. Bernard dari kutipan Etzioni dimana organisasi diartikan sebagai “Cooperation of two or more persons, a system of conciously coordinated personell activities or forces”( Etzioni, 1961:14.)
Sehingga organisasi diatas pada dasarnya apabila dilihat dari bentuknya, organisasi merupakan sebuah masukan (input) dan luaran (output) serta bisa juga dilihat sebagai living organism yang memiliki tubuh dan kepribadian, sehingga terkadang sebuah organisasi bisa dalam kondisi sakit (when an organization gets sick). Sehingga organisasi dianggap Sebagai suatu output (luaran) memiliki sebuah struktur (aspek anatomic), pola kehidupan (aspek fisiologis) dan system budaya (aspek kultur) yang berlaku dan ditaati oleh anggotanya.
Dari pengertian Organisasi sebagai output (luaran) inilah melahirkan istilah budaya organisasi atau budaya kerja ataupun lebih dikenal didunia pendidikan sebagai budaya akademis
Menurut Umar Nimran mendefinisikan budaya organisasi sebagai “Suatu sistem makna yang dimiliki bersama oleh suatu organisasi yang membedakannya dengan organisasi lain”(Umar Nimran, 1996: 11)
Sedangkan Griffin dan Ebbert (Ibid, 1996:11) dari kutipan Umar Nimran Budaya organisasi atau bisa diartikan sebagai “Pengalaman, sejarah, keyakinan dan norma-norma bersama yang menjadi ciri perusahaan/organisasi” Sementara Taliziduhu Ndraha Mengartikan Budaya organisasi sebagai “Potret atau rekaman hasil proses budaya yang berlangsung dalam suatu organisasi atau perusahaan pada saat ini”( op.cit , Ndraha, P. 102) Lebih luas lagi definisi yang diungkapkan oleh Piti Sithi-Amnuai (1989) dalam bukunya “How to built a corporate culture” mengartikan budaya organisasi sebagai :
A set of basic assumption and beliefs that are shared by members of an organization, being developed as they learn to cope with problems of external adaptation and internal integration.( Pithi Amnuai dari kutipan Ndraha, p.102)
(Seperangkat asumsi dan keyakinan dasar yang dterima anggota dari sebuah organisasi yang dikembangkan melalui proses belajar dari masalah penyesuaian dari luar dan integarasi dari dalam)
Hal yang sama diungkapkan oleh Edgar H. Schein (1992) dalam bukunya “Organizational Culture and Leadershif” mangartikan budaya organisasi lebih luas sebagai :
“ …A patern of shared basic assumptions that the group learned as it solved its problems of external adaptation and internal integration, that has worked well enough to be considered valid and, therefore, to be taught to new members as the correct way to perceive, think and feel in relation to these problems.( loc.cit, Schein, P.16)
(“… Suatu pola sumsi dasar yang ditemukan, digali dan dikembangkan oleh sekelompok orang sebagai pengalaman memecahkan permasalahan, penyesuaian terhadap faktor ekstern maupun integrasi intern yang berjalan dengan penuh makna, sehingga perlu untuk diajarkan kepada para anggota baru agar mereka mempunyai persepsi, pemikiran maupun perasaan yang tepat dalam mengahdapi problema organisasi tersebut).
Sedangkan menurut Moorhead dan Griffin (1992) budaya organisasi diartikan sebagai :
Seperangkat nilai yang diterima selalu benar, yang membantu seseorang dalam organisasi untuk memahami tindakan-tindakan mana yang dapat diterima dan tindakan mana yang tidak dapat diterima dan nilai-nilai tersebut dikomunikasikan melalui cerita dan cara-cara simbolis lainnya(McKenna,etal, op.cit P.63).
Amnuai (1989) membatasi pengertian budaya organisasi sebagai pola asumsi dasar dan keyakinan yang dianut oleh anggota sebuah organisasi dari hasil proses belajar adaptasi terhadap permasalahan ekternal dan integrasi permasalahan internal.
Organisasi memiliki kultur melalui proses belajar, pewarisan, hasil adaptasi dan pembuktian terhadap nilai yang dianut atau diistilahkan Schein (1992) dengan considered valid yaitu nilai yang terbukti manfaatnya. selain itu juga bisa melalui sikap kepemimpinan sebagai teaching by example atau menurut Amnuai (1989) sebagai “through the leader him or herself” yaitu pendirian, sikap dan prilaku nyata bukan sekedar ucapan, pesona ataupun kharisma.
• Hal-hal yang mempengaruhi budaya organisasi
Menurut Piti Sithi-Amnuai bahwa : “being developed as they learn to cope with problems of external adaptation anda internal integration (Pembentukan budaya organisasi terjadi tatkala anggota organisasi belajar menghadapi masalah, baik masalah-masalah yang menyangkut perubahan eksternal maupun masalah internal yang menyangkut persatuan dan keutuhan organisasi).( Opcit Ndraha, P.76).
Pembentukan budaya akademisi dalam organisasi diawali oleh para pendiri (founder) institusi melalui tahapan-tahapan sebagai berikut :
o Seseorang mempunyai gagasan untuk mendirikan organisasi.
o Ia menggali dan mengarahkan sumber-sumber baik orang yang sepaham dan setujuan dengan dia (SDM), biaya dan teknologi.
o Mereka meletakan dasar organisasi berupa susunan organisasi dan tata kerja
• Hal-hal yang mempengaruhi budaya organisasi
Menurut Piti Sithi-Amnuai bahwa : “being developed as they learn to cope with problems of external adaptation anda internal integration (Pembentukan budaya organisasi terjadi tatkala anggota organisasi belajar menghadapi masalah, baik masalah-masalah yang menyangkut perubahan eksternal maupun masalah internal yang menyangkut persatuan dan keutuhan organisasi).( Opcit Ndraha, P.76).
Pembentukan budaya akademisi dalam organisasi diawali oleh para pendiri (founder) institusi melalui tahapan-tahapan sebagai berikut :
o Seseorang mempunyai gagasan untuk mendirikan organisasi.
o Ia menggali dan mengarahkan sumber-sumber baik orang yang sepaham dan setujuan dengan dia (SDM), biaya dan teknologi.
o Mereka meletakan dasar organisasi berupa susunan organisasi dan tata kerja.
Persepsi yang sama tentang kemaslahatan yang diperoleh secara social.
Sumber ilai yang di rujuk berasal dari keyakinan manusia terhadap ajaran-ajaran agama dan falsafah kehidupan. Oleh karena itu, kabudayaan secara langsung dibentuk oleh nilai-nilai sacral yang berasal dari ajaran agama. Sumber budaya lainnya adalah kepemimpinan dan peran pemimpin organisasi yang menerapkan pola-pola kepemimpinan yang berbeda-beda. Sumber budaya lainnyadapat berupa kebiasaan atau dapat kebiasaan atau adat masyarakat yang telah lama di jadikan norma social. Adat yang diyakini dapat mengelola kehidupan masyarakat dengan baik menjadi tolok ukur tentang baik dan buruknya tindakan social.
3. PENUTUP
Dari tulisan di atas dapat kita simpulkan bahwas budaya organisasi dapat berasal dari berbagai sumber, seperti: bisa timbul dari kebiasaan sehari-hari, agama, adat istiadat, dan lain-lain.dan budaya organisasi adalah juga merupakan suatu budaya yang mengatur sesuatu hal dalam lingkup manajemen khususnya dalam mengelola/menjalankan organisasi. Penulisan ilmiah diatas sangatlah jauh dari kata sempurna, oleh sebab itu penulis mengharapkan adanya masukan atau saran yang bisa membantu dan membangun penulisan ilmiah ini.
4. DAFTAR PUSTAKA
blog.poltek-malang.ac.id/.../20090526-10.%20BUDAYA%20ORGANISASI.doc
Taliziduhu Ndraha, Budaya Organisasi, PT Rineka Cipta, Jakarta, 1997, hlm.11.

Minggu, 20 Februari 2011

tugas pengantar PDE

Berlin san FB Demi
Berlin Sans adalah berdasarkan alfabet cemerlang dari dua puluhan akhir, awalnya dirilis oleh Bauer dengan nama Negro, sans pertama yang Lucian Bernhard pernah dirancang. Assisted by Matthew Butterick, David Berlow expanded this single font into a series of four weights, all complete with expert character sets, plus a dingbat font. Dibantu oleh Matthew Butterick, David Berlow font tunggal ini diperluas menjadi serangkaian empat berat, semua lengkap dengan rangkaian karakter ahli, ditambah font dingbat. Imaginative & little-known, it promises enticing opportunities to the imaginative typographer. Imajinatif & sedikit diketahui, menarik menjanjikan kesempatan kepada seter imajinatif

Jumat, 21 Januari 2011

tugas manajemen umum ke -6


Nama : Alfina Wildan Wardianto
Kelas : 1DB 20
NPM : 30110548
TGL BUAT : 17-12-2010

Soal :
1. Sebutkan langkah – langkah proses perubahan di dalam organisasi menurut model Kurt Lewin’s?
Jawab :
1. Pencairan tingkatan sekarang
2. Perpindahan ke tingkatan baru
3. Pembekuan / pemantapan tingkatan baru
Keyakinan bahwa kemauan dari subyek perubahan merupakan unsur penting baik dalam membuang perilaku lama, pencairan dan perpindahan ke perilaku baru.
Pencairan dan perpindahan secara garis besar sama dengan Action Research. Pencairan meliputi upaya memperlemah daya kekuatan membentuk perilaku organisasi masa kini. Menurut Rubin, pencairan memerlukan bentuk pertemuan konfrontatip bagi yang terkait dangan perubahan.
Perpindahan mencakup tindakan atas hasil langkah sebelumnya. Tindakan perpindahan menuju ke situasi yang lebih baik membutuhkan pengembangan perilaku, nilai – nilai dan sikap – sikap baru melalui perubahan struktur dan proses organisasi.
Pemantapan merupakan langkah terakhir dalam model tiga langkah dan menjadi titik perbedaan dengan Action Research. Pemantapan menciptakan kestabilan dalam organisasi dan memastikan cara – cara kerja baru yang mencakup proses sosialisasi.

2. Sebutkan langkah – langkah proses reengineering organisasi ?
Jawab:
1. Mengindentifikasi kebutuhan pelanggan.
2. Pemetaan dan pengukuran proses-proses yang ada.
3. Menganalisis dan memodifikasi proses yang ada.
4. Menentukan langkah-langkah inovasi.
5. Meekayasa proses dan mengimplementasikan proses baru.

3. Apa yang dimaksud dengan Organization Development – OD ?
Jawab :
Pengertian pokok OD adalah perubahan yang terencana (planned change). Perubahan , dalam bentuk pembaruan organisasi dan modernisasi, terus menerus terjadi dan mempunya pengaruh yang sangat dominan dalam masyarakat kini. Organisasi beserta warganya, yang membentuk masyakat modern , mau tidak mau harus beradaptasi terhadap arus perubahan ini. Perubahan perubahan yang terjadi pada dasarnya dapat dikelompokkan dalam empat katagori , yaitu perkembangan teknologi, perkembangan produk, ledakan ilmu pengetahuan dan jasa yang mengakibatkan makin singkatnya daur hidup produk, serta perubahan sosial yang mempengaruhi perilaku, gaya hidup, nila nila dan harapan tiap orang.

4. Sebutkan asumsi – asumsi dalam Organization Development ?
Jawab :
Teori dan praktik OD didasarkan pada beberapa asumsi penting yakni :
Manusia sebagai individu, Dua asumsi penting yang mendasari OD adalah bahwa manusia memiliki hasrat berkembang dan kebanyakan orang tidak hanya berpotensi , dan berkeinginan untuk berkontribusi sebanyak mungkin pada organisasi. OD bertujuan untuk menghilangkan faktor faktor dalam organisasi yang menghambat perkembangan dan menghalangi orang untuk berkontribusi demi tercapainya sasaran organisasi.
Manusia sebagai anggota dan pemimpin kelompok. Organisasi yang menerapkan OD harus berasumsi bahwa setiap orang dapat diterima dan diakui perannya oleh kelompok kerjanya. Dalam organisasi perlu ditumbuhkan keterbukaan agar para anggotanya dapat dengan leluasa mengungkapkan perasaannya dan pikirannya. Dalam keterbukaan , orang akan mendapatkan kepuasaan kerja yang lebih tinggi, sehingga dengan demikian performansi kelompok akan lebih efektif.
Manusia sebagai wadah organisasi. Hubungan antar kelompok – kelompok dalam organisasi menentukan efektivitas masing masing kelompok tersebut. Misalnya bila komunikasi antar-kelompok hanya terjadi pada tingkat manajernya , koordinasi dan kerjasama akan kurang efektif daripada bila segenap anggota kelompok terlibat dalam interaksi.

5. Sebutkan tehnik – tehnik Organization Development ?
Jawab:
Teknik-teknik OD
• Sensitivity training, merupakan teknik OD yang pertama diperkenalkan dan ayang dahulu paling sering digunakan. Teknik ini sering disebut juga T-group.
• Survey feedback. Dalam teknik sruvey feedback. Tiap peserta diminta menjawab kuesioner yang dimaksud untuk mengukur persepsi serta sikap mereka (misalnya persepsi tentang kepuasan kerja dan gaya kepemimpinan mereka)
• Team Building, adalah pendekatan yang bertujuan memperdalam efektivitas serta kepuasaan tiap individu dalam kelompok kerjanya atau tim. Teknik team building sangat membantu meningkatkan kerjasama dalam tim yang menangani proyek dan organisasinya bersifat matriks.
• Transcational Analysis (TA). TA berkonsentrasi pada gaya komunikasi antar-individu. TA mengajarkan cara menyampaikan pesan yang jelas dan bertanggung jawab, serta cara menjawab yang wajar dan menyenangkan
• Intergroup activities. Fokus dalam teknik intergroup activities adalah peningkatan hubungan baik antar-kelompok.Ketergantungan antar kelompok , yang membentuk kesatuan organisasi,
• Third-party peacemaking. Dalam menerapkan teknik ini, konsultan OD berperan sebagai pihak ketiga yang memanfaatkan berbagai cara menengahi sengketa, serta berbagai teknik negosiasi untuk memecahkan persoalan atau konflik antar-individu dan kelompok.

Selasa, 18 Januari 2011

tugas manajemen umum ke 2

Nama : Alfina Wildan Wardianto
Npm : 30110548
Kelas : 1DB 20
Tanggal buat : 24-11-2010

1.Sebutkan alasan utama diperlukannya manajemn dalam suatu organisasi atau perusahaan ?
Jawab:
a. Untuk mencapai trujuan dalam suatu perusahaan
b. Untuk menjaga keseimbangan diantara
c. Untuk mencapai efisiensi dan efektivitas

2.Sebutkan definisi manajemen menurut James A.F. Stoner dan Mary Farker Follet ?
Jawab:
•Pengertian Manajemen Menurut James A.F. Stoner
Manajemen adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian upaya dari anggota organisasi serta penggunaan sumua sumber daya yang ada pada organisasi untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan sebelumnya.
•Pengertian Manajemen Menurut Mary Parker Follet
Manajemen adalah suatu seni, karena untuk melakukan suatu pekerjaan melalui orang lain dibutuhkan keterampilan khusus.

3.Sebutkan tingkatan manajemen dan beri contoh ?
Jawab:
•Manajemen Puncak (Top Management)
Manajer bertaggungjawab atas pengaruh yang ditmbulkan dari keputusan-keputusan manajemen keseluruhan dari organisasi. Misal: Direktur, wakil direktur, direktur utama.
•Manajemen Menengah (Middle Management)
Manajemen menengah harus memeiliki keahlian interpersonal/manusiawi, artinya keahlian untuk berkomunikasi, bekerjasama dan memotivasi orang lain. Manajer bertanggungjawab melaksanakan reana dan memastikan tercapainya suatu tujuan. Misal: manajer wilayah, kepala divisi, direktur produk.
•Manajemen Bawah/Lini (Low Management)
Manager bertanggung jawab menyelesaikan rencana-rencana yang telah ditetapkan oleh para manajer yang lebih tinggi. Pada tngkatan ini juga memiliki keahlian yaitu keahlian teknis, atrinya keahlian yahng mencakup prosedur, teknik, pengetahuan dan keahlian dalam bidang khusus. Misal: supervisor/pengawas produksi, mandor.

4.Jelaskan fungsi-fungsi manajemen ?
Jawab:
•Perencanaan (Planning)
Kegiatan seorang manajer adalah menyusun rencana. Menyusun rencana berarti memikirkan apa yang akan dikerjakan.agar dapat rencana yang teratur dan logis.
•Pengorganisasian (Organizing)
Menciptakan suatu struktur dengan bagian bagian yang teritegrasi sedemikian rupa. memastikan bahwa semua pihak dalam organisasi dapat bekerja secara efektif dan efisien guna pencapaian tujuan organisasi
•Fungsi Pengarahan
proses implementasi program agar dapat dijalankan oleh seluruh pihak dalam organisasi serta proses memotivasi agar semua pihak tersebut dapat menjalankan tanggungjawabnya dengan penuh kesadaran dan produktifitas yang tinggi.
•Fungsi Pengawasan
proses yang dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan yang telah direncanakan, diorganisasikan dan diimplementasikan dapat berjalan sesuai dengan target yang diharapkan sekalipun berbagai perubahan terjadi dalam lingkungan dunia bisnis yang dihadapi.


5.Sebutkan peran-peran manajer dalam manajemen sebagai “ Pengambil keputusan “ ?
Jawab:
•peran sebagai seorang wirausahawan,
•pemecah masalah,
•pembagi sumber daya,
•dan perunding.

6.Berdasarkan sejarah perkembangan teori manajemen, sebutkan aliran pemikiran atau mahzab manajemen ?
Jawab:
~Aliran klasik
~Aliran neoklasik (hubungan manusiawi)
~Aliran manajemen modern

7.Sebutkan unsur-unsur lingkungan external makro yang dapat mempengaruhi secara langsung terhadap organisasi atau perusahaan ?
Jawab:
•Menciptakan teknologi tinggi
•Keadaan perekonomian cerah atau lesu
•Perubahan-perubahan social

8.Sebutkan fungsi dari tujuan organisasi ?
Jawab:
1. sebagai Pedoman bagi kegiatan
2. Stanar pelaksanaan
3. Sumber motivasi
4. Dasar rasional pengorganisasian

9.Sebutkan factor yang mempengaruhi keputusan pada masalah kode etik ?
Jawab:
1. Hukum
2. Peraturan – peraturan pemerintah
3. Kode etik industri dan perusahaan
4. tekanan – tekanan social
5. Tegangan antara standar perorangan dan kebutuhan organisasi

10.Jelaskan cara lingkungan ekternal makro mempengaruhii suatu organisasi ?
Jawab:
•Dari kekekuatan-kekuatan di luar tersebut mempengaruhi suatu organisasi secara langsung atau secara tidak langsung.
•Unsur lingkungan makro menciptak satu iklim misalnya teknologi tinggi

Sabtu, 15 Januari 2011

tugas manajemen umum ke -10

NAMA : Alfina Wildan Wardianto
NPM      : 30110548
KELAS    : 1 DB 20
Tugas ke-10 : 29-12-2010


Soal :


1. Apa yang dimaksud dengan motivasi ?

 Proses yang menjelaskan intensitas, arah, dan ketekunan seorang individu untuk mencapai tujuannya.

2. Gambarkan framework (kerangka kerja ) dari motivasi ?

- REFLEKS

-PENGARUH

-KEBIASAAN


3. Gambarkan teori hirarki kebutuhan dari Maslow ?


 -tingkat 5 = kebutuhan aktualisasi diri
-tingkat 4 = kebutuhan pengakuan/pencapaian
-tingkat 3 = kebutuhan sosial
-tingkat 2 = kebutuhan keamanan
-tingkat 1 = kebutuhan fisiologis


4. Jelaskan teori dua faktor dalam motivasi dari Herzberg ?

Dalam penelitianya Herzberg menyelidiki pertanyaan  ” Apa yang diinginkan orang dari pekerjaan mereka?” Ia meminta mereka menjelasakan situasi  dimana mereka merasa baik dan buruk.
Dari hasil pengklasifikasian respon , Herzberg mengambil  kesimpulan bahwa jawaban yang diberikan responden ketika mereka senang berbeda dengan jawaban responden ketika mereka merasa tidak senang.


Faktor-faktor tersebut yaitu:
- Faktor yang menyebabkan ketidakpuasan (hygiene/maintenance) yaitu mempengaruhi konteks tempat, contoh : Gaji, Kondisi kerja, dan Kebijaksanaan Perusahaan.

- Faktor-faktor penyebab kepuasan (motivator) yaitu berkaitan dengan isi pekerjaan dan imbalan prestasi kerja, contoh : Prestasi, Tanggung Jawab, Pengakuan, dan Kemajuan.


5. Jelaskan teori ekpektasi sebagai model dari motivasi ?

 Teori ekpektasi adalah kekuatan dari suatu kecenderungan untuk bertindak dalam cara tertentu bergantung pada kekuatan dari suatu harapan bahwa tindakan tersebut akan diikuti dengan hasil yang ada dan pada daya tarik dari hasil itu terhadap individu tersebut. Teori ini kemudian dikembangkan oleh Robert E. Lucas Jr untuk memodelkan bagaimana agen ekonomi melakukan peramalan di masa yang akan datang, sehingga orang memilih bagaimana bertindak dari berbagai alternatif tingkah laku, berdasarkan harapannya apakah ada keuntungan yang diperoleh dari tiap tingkah laku

tugas manajemen umum ke -7

NAMA : Alfina Wildan Wardianto
NPM      : 30110548
KELAS    : 1DB20
TUGAS ke 7 : 29-12-2010


Soal :


1. Apa yang dimaksud dengan manajemen sumber daya manusia – human resource management (HRM)?

Manajemen sumber daya manusia adalah suatu jenis manajemen yang secara khusus membahasa teori tetang sebuah organisasi pada perusahaan yang merupakan aset paling berharga , orang yang bekerja di sana yang secara individu maupun kolektif memberikan kontribusi pada pencapaian tujuan bisnis. Istilah “pengelolaan sumber daya manusia “ dan “ sumber daya manusia “ (SDM) sebagian besar  telah menggantikan istilah ” personalia manajemen “ sebagai suatu deskripsi dari proses yang terlibat dalam mengelola orang dalam organisasi. Dalam pengertian yang sederhana, HRM berarti mempekerjakan orang-orang, mengembangkan kapasitas mereka, memanfaatkan, memelihara dan kompensasi layanan mereka selaras dengan pekerjaan dan kebutuhan organisasi.

2. Sebutkan komponen – komponen dalam HRM dalam konteknya ?

• Pengusaha
• Karyawan
• Lingkungan

3. Jelaskan tahapan seleksi sumber daya manusia ?

- Wawancara pendahuluan
- Pengumpulan data pribadi
- Pengujian / Testing
- Wawancara lebih mendalam
- Pemeriksaan referensi-referensi prestasi
- Pemeriksaan kesehatan
- Keputusan pribadi
- Orientasi jabatan
- Promosi
- Transfer
- Penataran
- Lamaran-lamaran Pribadi
- Organisasi buruh atau karyawan
- Kantor penempatan tenaga kerja
- Sekolah/Pergurusn tinggi
- Perusahaan-perusahaan pesaing
- Migrasi dan Imigrasi

4. Apa yang dimaksud dengan internal recruiting ? berikan contoh !

Internal Recruiting adalah proses penarikan karyawan dan penyeleksian karyawan yang berasal dari karyawan dalam perusahaan itu sendiri.
Contoh : seorang karyawan yang bekerja dalam bidang painting pada perusahaan mobil ditarik dari bagian tersebut dan di pindahkan ke bagian lain (Teknisi, Pemasaran, dll) dengan tahap penyeleksian.

5. Apa yang dimaksud dengan external recruiting ? berikan contoh !

External Recruiting adalah proses penarikan karyawan dan penyeleksian karyawan yang berasal dari luar perusahaan.

Contoh : seorang karyawan yang berasal dari perusahaan enginering harus di tarik dari perusahannya dan melamar kembali ke perusahaan di bidang enginering yang baru dengan proses penyeleksian dari perusahaan enginering yang baru tersebut.

tugas manajemen umum ke -4

NAMA : Alfina Wildan Wardianto
NPM      : 30110548
KELAS    : 1DB20
Tugas ke-4 : 29-12-2010


Soal :


1. Jelaskan teori motivasi ERG ?

Teori motivasi yang dikemukakan oleh Clayton P. Alderfer. Teori Alderfer menemukan adanya 3 kebutuhan pokok manusia:

a)  Existence Needs (Kebutuhan Keadaan) adalah suatu kebutuhan akan tetap bisa hidup sesuai dengan tingkat kebutuhan tingkat rendah dari Maslow yaitu meliputi kebutuhan fisiologis dan kebutuhan akan rasa aman serta hygienefactors dari Herzberg.
b)  RelatednessNeeds (Kebutuhan Berhubungan), mencakup kebutuhan untuk berinteraksi dengan orang lain. Kebutuhan ini sesuai dengan kebutuhan afiliasi dari Maslowdanhygiene factors dari Herzberg.
 c) Growth Needs  (Kebutuhan Pertumbuhan) adalah kebutuhan yang mendorong seseorang untuk memiliki pengaruh yang kreatif dan produktif terhadap diri sendiri atau lingkungan. Realisasi dari kebutuhan penghargaan dan perwujudan diri dari Maslow dan motivation factors dari Herzberg.


2. Mengapa motivasi seseorang dapat dipengaruhi, jelaskan ?

1) Faktor penyebab ketidakpuasan (faktor hygiene)
Contohnya : Gaji, Kondisi kerja, dan Kabijaksanaan perusahaan.
2)Faktor penyebab kepuasan (faktor yang memotivasi)
Contohnya : Prestasi, pengakuan, tanggung jawab, dan kemajuan


3. Apa yang dimaksud dengan motivasi dan memotivasi ?

- Motivasi adalah sebuah alasan atau dorongan seseorang untuk bertindak yang datang dari dalam diri sendiri.

-Memotivasi adalah Proses manajemen untuk mempengaruhi tingkah laku manusia berdasarkan 


pengetahuan mengenai  ”apa yang membuat orang bergerak”


4. Jelaskan proses pembuatan keputusan secara teori ?

1) operation riset : yaitu dengan menggunakan metode-metode scientific (yang meliputi tehnik-tehnik matematis) dalam analisis dan pemecahan suatu masalah tertentu—penerapan tehnik ini adalah usaha inventarisasi.
2) Linear programming: yaitu dengan menggunakan rumus-rumus matematik yang disebut juga factor analysis.
3) Gaming war games: yaitu dengan teori yang biasanya digunakan untuk menentukan strategi.
4) Probability: yaitu dengan teori kemungkinan yang dapat diterapkan pada kalkulasi rasional atas hal-hal yang tidak normal, mengenai sebuah keputusan yang dipertimbangkan dan diperhitungkan.
5) Ranking and statistical weighting : yaitu dengan cara :
(a) melokalisasi berbagai factor yang akan mempengaruhi keputusan terakhir.
(b) menimbang factor-faktor yang dapat dibandingkan dan yang tercakup didalam setiap alternative.


5. Sebutkan dan jelaskan kondisi – kondisi dimana keputusan harus dibuat ?

- Kepastian yaitu Kondisi pengambilan keputusan saat seorang manajer mempunyai informasi yang        akurat, dapat diukur dan dapat diandalkan tentang hasil dari berbagai alternatif yang sedang dipertimbangkan.
- Resiko yaitu kondisi pembuatan keputusan yang didalamnya manajer mengetahui probabilitas suatu alternatif tertentu akan mengarah pada sasaran.
- Ketidakpastian yaitu kondisi pembuatan keputusan ketika manajer menghadapi kondisi eksternal yang tidak dapat diramalkan.