Daur Hidup Sistem
Daur Hidup sistem secara umum (General System Life Cycle) merupakan fase-fase utama yang terjadi pada semua sistem, baik sistem sosial, fisikal, biologis ataupun sistem lainnya. fase yang terjadi tersebut secara umum memiliki kesamaan, adapun fase-fase tersebut terbagi dalam 4 fase, yaitu sebagai berikut:
*Development
Fase ini merupakan fase kemunculan/kelahiran sebuah sistem, pada fase ini sistem baru tersebut mulai dikenal oleh lingkungan dan lingkungan mulai mendeteksi berbagai kekurangan dan kelebihannya untuk disesuaikan dengan kebutuhan lingkungan sekitar sistem tersebut
*Growth
Pada fase dimana sistem tersebut mulai berkembang dan menyesuaikan diri dengan lingkungan, agar dapat bermanfaat bagi lingkungan sekitar. Pada fase ini muncul berbagai halangan dari sistem yang sudah eksis lebih dahulu karena merasa tersaingi. Fase ini merupakan fase yang sangat sulit dan berat bagi sistem yang masih baru.
*Maturity
Pada fase ini sistem tersebut berada pada puncak kejayaannya, pada fase ini sistem tersebut sangat bermanfaat bagi lingkungan sekitar. Kelebihannya sangat menonjol dan dapat dimanfaatkan oleh lingkungan, sehingga mampu menutupi kekurangan yang dimilikinya, pada fase ini hambatan dari sistem yang sudah eksis lebih awal sudah tidak begitu terasa lagi, karena sistem yang lebih dulu sudah mengalami masa keusangan atau kehancuran.
*Deterioration
Pada fase ini sistem sudah tidak mendatangkan banyak manfaat lagi bagi lingkungan, sehingga sudah mulai ditinggalkan. penyebabnya bisa saja karena telah muncul sistem yang lebih batu, yang lebih efektif dan efisien bagi lingkungan, atau sistem yang lama sudah tidak dapat memenuhi kebutuhan lingkungan yang juga selalu berkembang dengan pesatnya.
http://ipoen.blogspot.com/2009/06/daur-hidup-sistem-secara-umum-daur.html
Selasa, 27 Desember 2011
Daur Hidup Sistem
Daur Hidup Sistem
Daur Hidup sistem secara umum (General System Life Cycle) merupakan fase-fase utama yang terjadi pada semua sistem, baik sistem sosial, fisikal, biologis ataupun sistem lainnya. fase yang terjadi tersebut secara umum memiliki kesamaan, adapun fase-fase tersebut terbagi dalam 4 fase, yaitu sebagai berikut:
*Development
Fase ini merupakan fase kemunculan/kelahiran sebuah sistem, pada fase ini sistem baru tersebut mulai dikenal oleh lingkungan dan lingkungan mulai mendeteksi berbagai kekurangan dan kelebihannya untuk disesuaikan dengan kebutuhan lingkungan sekitar sistem tersebut
*Growth
Pada fase dimana sistem tersebut mulai berkembang dan menyesuaikan diri dengan lingkungan, agar dapat bermanfaat bagi lingkungan sekitar. Pada fase ini muncul berbagai halangan dari sistem yang sudah eksis lebih dahulu karena merasa tersaingi. Fase ini merupakan fase yang sangat sulit dan berat bagi sistem yang masih baru.
*Maturity
Pada fase ini sistem tersebut berada pada puncak kejayaannya, pada fase ini sistem tersebut sangat bermanfaat bagi lingkungan sekitar. Kelebihannya sangat menonjol dan dapat dimanfaatkan oleh lingkungan, sehingga mampu menutupi kekurangan yang dimilikinya, pada fase ini hambatan dari sistem yang sudah eksis lebih awal sudah tidak begitu terasa lagi, karena sistem yang lebih dulu sudah mengalami masa keusangan atau kehancuran.
*Deterioration
Pada fase ini sistem sudah tidak mendatangkan banyak manfaat lagi bagi lingkungan, sehingga sudah mulai ditinggalkan. penyebabnya bisa saja karena telah muncul sistem yang lebih batu, yang lebih efektif dan efisien bagi lingkungan, atau sistem yang lama sudah tidak dapat memenuhi kebutuhan lingkungan yang juga selalu berkembang dengan pesatnya.
http://ipoen.blogspot.com/2009/06/daur-hidup-sistem-secara-umum-daur.html
Daur Hidup sistem secara umum (General System Life Cycle) merupakan fase-fase utama yang terjadi pada semua sistem, baik sistem sosial, fisikal, biologis ataupun sistem lainnya. fase yang terjadi tersebut secara umum memiliki kesamaan, adapun fase-fase tersebut terbagi dalam 4 fase, yaitu sebagai berikut:
*Development
Fase ini merupakan fase kemunculan/kelahiran sebuah sistem, pada fase ini sistem baru tersebut mulai dikenal oleh lingkungan dan lingkungan mulai mendeteksi berbagai kekurangan dan kelebihannya untuk disesuaikan dengan kebutuhan lingkungan sekitar sistem tersebut
*Growth
Pada fase dimana sistem tersebut mulai berkembang dan menyesuaikan diri dengan lingkungan, agar dapat bermanfaat bagi lingkungan sekitar. Pada fase ini muncul berbagai halangan dari sistem yang sudah eksis lebih dahulu karena merasa tersaingi. Fase ini merupakan fase yang sangat sulit dan berat bagi sistem yang masih baru.
*Maturity
Pada fase ini sistem tersebut berada pada puncak kejayaannya, pada fase ini sistem tersebut sangat bermanfaat bagi lingkungan sekitar. Kelebihannya sangat menonjol dan dapat dimanfaatkan oleh lingkungan, sehingga mampu menutupi kekurangan yang dimilikinya, pada fase ini hambatan dari sistem yang sudah eksis lebih awal sudah tidak begitu terasa lagi, karena sistem yang lebih dulu sudah mengalami masa keusangan atau kehancuran.
*Deterioration
Pada fase ini sistem sudah tidak mendatangkan banyak manfaat lagi bagi lingkungan, sehingga sudah mulai ditinggalkan. penyebabnya bisa saja karena telah muncul sistem yang lebih batu, yang lebih efektif dan efisien bagi lingkungan, atau sistem yang lama sudah tidak dapat memenuhi kebutuhan lingkungan yang juga selalu berkembang dengan pesatnya.
http://ipoen.blogspot.com/2009/06/daur-hidup-sistem-secara-umum-daur.html
Sistem Informasi Berbasis Komputer
Sistem informasi berbasis komputer
Computer Based Information System (CBIS) atau Sistem Informasi Berbasis Komputer adalah suatu sistem pengolah data yang menjadi sebuah informasi yang berkualitas dan dipergunakan untuk suatu alat bantu pengambilan keputusan.
Sistem Informasi “berbasis komputer” memiliki arti bahwa komputer memiliki peranan penting dalam sebuah sistem pembangkit informasi. Dengan integrasi yang dimiliki antar subsistemnya, sistem informasi akan mampu menyediakan informasi yang berkualitas, tepat, cepat serta akurat sesuai dengan manajemen yang membutuhkannya. Secara teori, penerapan sebuah Sistem Informasi memang tidak harus menggunakan komputer dalam kegiatannya. Tetapi pada prakteknya tidak mungkin sistem informasi yang sangat kompleks itu dapat berjalan dengan baik jika tanpa adanya komputer. Sistem Informasi yang akurat dan efektif, dalam kenyataannya selalu berhubungan dengan istilah “computer-based” atau pengolahan informasi yang berbasis pada komputer.
Agar suatu perusahaan dapat bersaing dengan perusahaan lain dalam memperkenalkan produk barang maupun jasa yang dimilikinya kepada konsumen diberbagai belahan dunia, maka dibutuhkan suatu sistem informasi yang tepat agar dapat memberikan petunjuk aktual tentang kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh setiap komponen dalam perusahaan tersebut. Sistem informasi yang tepat, tentunya akan menghasilkan informasi yang cepat, akurat dan dapat dipercaya. Informasi yang cepat, akurat dan dapat dipercaya tersebut sangat diperlukan dalam rangka pengambilan keputusan keputusan strategis perusahaan untuk dapat semakin maju dan bersaing di lingkungan yang penuh gejolak ini.
Penerapan Sistem Informasi Akuntansi berbasis komputer misalnya, merupakan salah satu alternatif jawaban yang tepat jika pihak manajemen menginginkan suatu sumber informasi yang dapat menghasilkan masukan sesuai yang diinginkannya.
http://asep-saepudin.blogspot.com/2007/10/cbis-sistem-informasi-berbasis-komputer.html
Computer Based Information System (CBIS) atau Sistem Informasi Berbasis Komputer adalah suatu sistem pengolah data yang menjadi sebuah informasi yang berkualitas dan dipergunakan untuk suatu alat bantu pengambilan keputusan.
Sistem Informasi “berbasis komputer” memiliki arti bahwa komputer memiliki peranan penting dalam sebuah sistem pembangkit informasi. Dengan integrasi yang dimiliki antar subsistemnya, sistem informasi akan mampu menyediakan informasi yang berkualitas, tepat, cepat serta akurat sesuai dengan manajemen yang membutuhkannya. Secara teori, penerapan sebuah Sistem Informasi memang tidak harus menggunakan komputer dalam kegiatannya. Tetapi pada prakteknya tidak mungkin sistem informasi yang sangat kompleks itu dapat berjalan dengan baik jika tanpa adanya komputer. Sistem Informasi yang akurat dan efektif, dalam kenyataannya selalu berhubungan dengan istilah “computer-based” atau pengolahan informasi yang berbasis pada komputer.
Agar suatu perusahaan dapat bersaing dengan perusahaan lain dalam memperkenalkan produk barang maupun jasa yang dimilikinya kepada konsumen diberbagai belahan dunia, maka dibutuhkan suatu sistem informasi yang tepat agar dapat memberikan petunjuk aktual tentang kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh setiap komponen dalam perusahaan tersebut. Sistem informasi yang tepat, tentunya akan menghasilkan informasi yang cepat, akurat dan dapat dipercaya. Informasi yang cepat, akurat dan dapat dipercaya tersebut sangat diperlukan dalam rangka pengambilan keputusan keputusan strategis perusahaan untuk dapat semakin maju dan bersaing di lingkungan yang penuh gejolak ini.
Penerapan Sistem Informasi Akuntansi berbasis komputer misalnya, merupakan salah satu alternatif jawaban yang tepat jika pihak manajemen menginginkan suatu sumber informasi yang dapat menghasilkan masukan sesuai yang diinginkannya.
http://asep-saepudin.blogspot.com/2007/10/cbis-sistem-informasi-berbasis-komputer.html
Senin, 19 Desember 2011
Contoh penerapan SIM pada Expert System
Contoh penerapan SIM pada Expert System
PENERAPAN SIM UNTUK EXPERT SYSTEM.
Sebelum saya memberikan contoh SIM untuk expert system.terlebih dahulu saya akan membahas apa itu expert system? Expert system (sistem pakar) merupakan suatu sistem komputer yang mengemulasi kemampuan pengambilan keputusan seorang ahli manusia. Sistem pakar dirancang khusus untuk memecahkan masalah yang kompleks dengan penalaran tentang pengetahuan, seperti seorang ahli, dan bukan dengan mengikuti prosedur yang sebuah pengembang seperti kasus dalam pemrograman konvensional. Sistem pakar pertama kali diciptakan pada tahun 1970-an dan terus berkembang hingga tahun 1980-an. Sistem pakar merupakan salah satu bentuk benar-benar sukses pertama dari AI perangkat lunak. Sebuah sistem pakar memiliki struktur yang unik, berbeda dari tradisional program . Hal ini dibagi menjadi dua bagian, satu tetap, independen dari sistem pakar: mesin inferensi, dan satu variabel: basis pengetahuan. Untuk menjalankan sistem pakar, alasan mesin tentang pengetahuan dasar seperti manusia. Pada 80 adalah bagian ketiga muncul: dialog antarmuka untuk berkomunikasi dengan pengguna. Kemampuan untuk melakukan percakapan dengan pengguna yang kemudian disebut “percakapan” . Dasar dari sistem pakar yang sukses tergantung pada serangkaian prosedur teknis dan pengembangan yang dapat dirancang oleh teknisi dan ahli terkait. Dengan demikian, sistem pakar biasanya tidak memberikan jawaban definitif, tetapi memberikan rekomendasi probabilistik.
-berikut adalah Salah satu contoh penerapan SIM untuk expert system.
Sebuah contoh dari sistem pakar di bidang keuangan adalah expert system untuk hipotik . Departemen Pinjaman tertarik dalam expert system untuk hipotek karena biaya tenaga kerja tumbuh, yang membuat penanganan dan penerimaan pinjaman relatif kecil kurang menguntungkan. Mereka juga melihat kemungkinan untuk standar, penanganan efisien pinjaman dengan menerapkan sistem pakar(expert system), yang menghargai bahwa untuk penerimaan hipotek ada aturan keras dan cepat yang tidak selalu ada dengan jenis lain pinjaman.
wikipedia.org
PENERAPAN SIM UNTUK EXPERT SYSTEM.
Sebelum saya memberikan contoh SIM untuk expert system.terlebih dahulu saya akan membahas apa itu expert system? Expert system (sistem pakar) merupakan suatu sistem komputer yang mengemulasi kemampuan pengambilan keputusan seorang ahli manusia. Sistem pakar dirancang khusus untuk memecahkan masalah yang kompleks dengan penalaran tentang pengetahuan, seperti seorang ahli, dan bukan dengan mengikuti prosedur yang sebuah pengembang seperti kasus dalam pemrograman konvensional. Sistem pakar pertama kali diciptakan pada tahun 1970-an dan terus berkembang hingga tahun 1980-an. Sistem pakar merupakan salah satu bentuk benar-benar sukses pertama dari AI perangkat lunak. Sebuah sistem pakar memiliki struktur yang unik, berbeda dari tradisional program . Hal ini dibagi menjadi dua bagian, satu tetap, independen dari sistem pakar: mesin inferensi, dan satu variabel: basis pengetahuan. Untuk menjalankan sistem pakar, alasan mesin tentang pengetahuan dasar seperti manusia. Pada 80 adalah bagian ketiga muncul: dialog antarmuka untuk berkomunikasi dengan pengguna. Kemampuan untuk melakukan percakapan dengan pengguna yang kemudian disebut “percakapan” . Dasar dari sistem pakar yang sukses tergantung pada serangkaian prosedur teknis dan pengembangan yang dapat dirancang oleh teknisi dan ahli terkait. Dengan demikian, sistem pakar biasanya tidak memberikan jawaban definitif, tetapi memberikan rekomendasi probabilistik.
-berikut adalah Salah satu contoh penerapan SIM untuk expert system.
Sebuah contoh dari sistem pakar di bidang keuangan adalah expert system untuk hipotik . Departemen Pinjaman tertarik dalam expert system untuk hipotek karena biaya tenaga kerja tumbuh, yang membuat penanganan dan penerimaan pinjaman relatif kecil kurang menguntungkan. Mereka juga melihat kemungkinan untuk standar, penanganan efisien pinjaman dengan menerapkan sistem pakar(expert system), yang menghargai bahwa untuk penerimaan hipotek ada aturan keras dan cepat yang tidak selalu ada dengan jenis lain pinjaman.
wikipedia.org
Sabtu, 12 November 2011
Contoh Penerapan SIM pada bagian personalia
Penerapan SIM pada bagian personalia(HRD)
(Personal Information Systems)
Sistem informasi manajemen (SIM)
kata sim berasal dari bahasa Inggris yang jika d terjemahkan berarti bagian dari pengendalian internal suatu bisnis yang mencakup pemanfaatan manusia, dokumen, teknologi, dan prosedur oleh akuntansi manajemen untuk memecahkan suatu masalah bisnis di antaranya biaya produk, layanan, atau suatu strategi bisnis. Sistem informasi manajemen dibedakan dengan sistem informasi biasa karena SIM digunakan untuk menganalisis sistem informasi lain yang diterapkan pada aktivitas operasional organisasi. Secara akademis, istilah ini biasanya digunakan untuk merujuk pada kelompok metode manajemen informasi yang berkaitan dengan otomasi atau dukungan terhadap pengambilan keputusan manusia, misalnya sistem pendukung keputusan, sistem pakar, dan sistem informasi eksekutif.
Dalam Bidang personalia mempunyai dua fungsi pokok sebagai berikut:
a). untuk menjamin kerjasama dalam pengembangan dan administrasi berbagai kebijaksanaan yang mempengaruhi orang-orang yang membentuk organisasi.
b). untuk membantu para manejer mengelola sumber daya manusia
Berbagai pendekatan dalam manejemen personalia.
Kosep-dasar dasar manejemen personalia telah dikemukakan, Berbagai pandangan tersebut penting agar manejemen personalia dan sumberdaya manusia dilakukan dalam perspektif yang benar.
Pandangan-pandangan itu mencakup :
1. Pendekatan Sumber daya Manusia
2. Pendekatan Manajerial
3. Pendekatan System
4. Pendekatan Proaktif
Jadi fungsi dari SIM yang diterapka pada bagian personalia adalah untuk:
• Sim tersebut bisa berfungsi sebagai absensi karyawan
• Untuk melihat prestasi karyawan
• Untuk melihat golongan karyawan
• Untuk melihat peningkatan aktivitas karyawan ataupun penurunannya.
• Dll.
Berikut ini adalah salah satu contoh perusahaan yang menerapkan SIM pada bagian personalia:
LG Electronics, Inc (LG) adalah pemimpin global dan inovator dalam teknologi elektronik konsumen, komunikasi mobile dan home appliances, mempekerjakan lebih dari 84.000 orang yang bekerja di 112 operasi termasuk 81 anak perusahaan di seluruh dunia. Pada tahun 2008, penjualan secara global mencapai $ 44.7 milyar, LG terdiri dari lima unit bisnis – Home Entertainment, Mobile Communications, Home Appliance, penyejuk udara dan Business Solutions. LG adalah salah satu terkemuka di dunia produsen panel datar TV, produk audio dan video, mobile handset, AC dan mesin cuci.
LG Electronics didirikan pada tahun 1958 dan sejak itu memimpin jalan ke era digital yang maju berkat keahlian teknologi manufaktur yang diperoleh oleh banyak home appliances seperti radio dan TV. LG Electronics telah meluncurkan banyak produk baru, diterapkan teknologi baru dalam bentuk perangkat mobile dan TV digital di abad 21 dan terus memperkuat statusnya sebagai perusahaan global.
Sistem Informasi Manajemen PT. LG Electronic Indonesia dalam Mengendalikan Inventori.
PT. LG Electronics Indonesia memiliki suatu portal yang terdiri dari sistem-sistem yang dapat diakses oleh semua pegawai PT. LG Electronics Indonesia yang berada di seluruh Indonesia. Portal tersebut dinamakan LG Electronics Enterprise Portal atau dapat disingkat dengan LGEP. Seluruh pegawai yang telah memiliki akses resmi dapat menggunakan portal ini untuk memperoleh data-data yang dibutuhkan. Akses tersebut berupa e-mail yang didapatkan secara resmi dari PT. LG Electronics Indonesia. Sehingga dengan log in menggunakan e-mail tersebut ke dalam portal ini seluruh pegawai akan mendapatkan atau memberikan informasi terbaru mengenai data-data perusahaan. Namun, portal dan e-mail ini hanya dapat diakses di lingkungan perusahaan saja.
Yang dibahas dalam bagian ini adalah suatu system yang digunakan oleh PT. LG Electronics Indonesia dalam mengendalikan inventori yang dimiliki perusahaan. System ersebut dinamakan Global Digital Logistic System atau dapat disingkat dengan GDLS.
Sistem ini berfungsi untuk :
• Mengetahui pengiriman barang dari pusat ke cabang perusahaan ataupun sebaliknya, meliputi ekspedisi yang digunakan dalam pengiriman, barang-barang apa saja yang dikirim dan kapan waktu keberangkatan dan kedatangan barang setelah sampai di tujuan.
• Membuat jadwal-jadwal pengiriman barang dari pusat ke cabang perusahaan ataupun sebaliknya, meliputi zona tujuan, rute perjalanan dan no truk yang digunakan untuk melakukan pengiriman.
• Mendapatkan informasi mengenai jumlah persediaan barang yang tersedia di gudang perusahaan baik gudang pusat maupun cabang.
• Mengetahui apakah adanya pengembalian barang yang telah dikirim dikarenakan adanya barang yang tidak laku terjual ataupun barang yang telah rusak/cacat.
• Mengetahui berapa nilai barang yang telah dikirim atau diterima termasuk biaya loading barang ke gudang dan biaya tambahan lainnya.
Sistem ini terdiri dari beberapa subsistem yang memiliki fungsi berbeda berdasarkan tujuan penggunaan data, antara lain :
Delivery
Dalam subsistem ini dapat digunakan untuk membuat jadwal pengiriman barang, untuk mengkonfirmasi pengiriman barang, untuk mengalokasikan truk yang digunakan untuk pengiriman barang, untuk mengetahui status pengiriman barang dan untuk mengetahui apakah ada pengiriman yang tertunda atau keterlambatan atas pengiriman barang.
Cost
Dalam subsistem ini dapat digunakan untuk me-manage berbagai faktor-faktor pengiriman (biaya-biaya lain, kondisi barang, wilayah tujuan, tarif yang digunakan), untuk mengetahui apabila terjadi kesalahan selama pengiriman, untuk me-manage pengiriman barang termasuk biaya-biaya atas pengiriman tersebut.
Stock
Dalam subsistem ini dapat digunakan untuk mengetahui status penerimaan barang, perhitungan fisik persediaan barang di gudang dan status persediaan barang.
Return
Dalam subsistem ini dapat digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengembalian barang yang tidak laku terjual dan rusak/cacat.
Dampak dari Penerapan Sistem Informasi Manajemen
Dengan adanya system GDLS ini, seluruh pegawai PT. LG Electronics Indonesia dapat mengetahui bagaimana kondisi inventori perusahaan yang berada di gudang pusat maupun cabang. Begitu pula, apabila terjadi masalah atau kesalahan yang berhubungan dengan inventori sehingga dapat segera diatasi langsung oleh pegawai yang berwenang. Hal ini akan meningkatkan efisiensi dan efektifitas biaya dan kinerja perusahaan.
Refrensi :
http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_informasi_manajemen
http://www.peutuah.com/pengertian-manajemen-sumber-daya-manusia/
http://wisnudewobroto.com/sistem-informasi-manajemen-pt-lg-electronic-indonesia-dalam-mengendalikan-inventori/
(Personal Information Systems)
Sistem informasi manajemen (SIM)
kata sim berasal dari bahasa Inggris yang jika d terjemahkan berarti bagian dari pengendalian internal suatu bisnis yang mencakup pemanfaatan manusia, dokumen, teknologi, dan prosedur oleh akuntansi manajemen untuk memecahkan suatu masalah bisnis di antaranya biaya produk, layanan, atau suatu strategi bisnis. Sistem informasi manajemen dibedakan dengan sistem informasi biasa karena SIM digunakan untuk menganalisis sistem informasi lain yang diterapkan pada aktivitas operasional organisasi. Secara akademis, istilah ini biasanya digunakan untuk merujuk pada kelompok metode manajemen informasi yang berkaitan dengan otomasi atau dukungan terhadap pengambilan keputusan manusia, misalnya sistem pendukung keputusan, sistem pakar, dan sistem informasi eksekutif.
Dalam Bidang personalia mempunyai dua fungsi pokok sebagai berikut:
a). untuk menjamin kerjasama dalam pengembangan dan administrasi berbagai kebijaksanaan yang mempengaruhi orang-orang yang membentuk organisasi.
b). untuk membantu para manejer mengelola sumber daya manusia
Berbagai pendekatan dalam manejemen personalia.
Kosep-dasar dasar manejemen personalia telah dikemukakan, Berbagai pandangan tersebut penting agar manejemen personalia dan sumberdaya manusia dilakukan dalam perspektif yang benar.
Pandangan-pandangan itu mencakup :
1. Pendekatan Sumber daya Manusia
2. Pendekatan Manajerial
3. Pendekatan System
4. Pendekatan Proaktif
Jadi fungsi dari SIM yang diterapka pada bagian personalia adalah untuk:
• Sim tersebut bisa berfungsi sebagai absensi karyawan
• Untuk melihat prestasi karyawan
• Untuk melihat golongan karyawan
• Untuk melihat peningkatan aktivitas karyawan ataupun penurunannya.
• Dll.
Berikut ini adalah salah satu contoh perusahaan yang menerapkan SIM pada bagian personalia:
LG Electronics, Inc (LG) adalah pemimpin global dan inovator dalam teknologi elektronik konsumen, komunikasi mobile dan home appliances, mempekerjakan lebih dari 84.000 orang yang bekerja di 112 operasi termasuk 81 anak perusahaan di seluruh dunia. Pada tahun 2008, penjualan secara global mencapai $ 44.7 milyar, LG terdiri dari lima unit bisnis – Home Entertainment, Mobile Communications, Home Appliance, penyejuk udara dan Business Solutions. LG adalah salah satu terkemuka di dunia produsen panel datar TV, produk audio dan video, mobile handset, AC dan mesin cuci.
LG Electronics didirikan pada tahun 1958 dan sejak itu memimpin jalan ke era digital yang maju berkat keahlian teknologi manufaktur yang diperoleh oleh banyak home appliances seperti radio dan TV. LG Electronics telah meluncurkan banyak produk baru, diterapkan teknologi baru dalam bentuk perangkat mobile dan TV digital di abad 21 dan terus memperkuat statusnya sebagai perusahaan global.
Sistem Informasi Manajemen PT. LG Electronic Indonesia dalam Mengendalikan Inventori.
PT. LG Electronics Indonesia memiliki suatu portal yang terdiri dari sistem-sistem yang dapat diakses oleh semua pegawai PT. LG Electronics Indonesia yang berada di seluruh Indonesia. Portal tersebut dinamakan LG Electronics Enterprise Portal atau dapat disingkat dengan LGEP. Seluruh pegawai yang telah memiliki akses resmi dapat menggunakan portal ini untuk memperoleh data-data yang dibutuhkan. Akses tersebut berupa e-mail yang didapatkan secara resmi dari PT. LG Electronics Indonesia. Sehingga dengan log in menggunakan e-mail tersebut ke dalam portal ini seluruh pegawai akan mendapatkan atau memberikan informasi terbaru mengenai data-data perusahaan. Namun, portal dan e-mail ini hanya dapat diakses di lingkungan perusahaan saja.
Yang dibahas dalam bagian ini adalah suatu system yang digunakan oleh PT. LG Electronics Indonesia dalam mengendalikan inventori yang dimiliki perusahaan. System ersebut dinamakan Global Digital Logistic System atau dapat disingkat dengan GDLS.
Sistem ini berfungsi untuk :
• Mengetahui pengiriman barang dari pusat ke cabang perusahaan ataupun sebaliknya, meliputi ekspedisi yang digunakan dalam pengiriman, barang-barang apa saja yang dikirim dan kapan waktu keberangkatan dan kedatangan barang setelah sampai di tujuan.
• Membuat jadwal-jadwal pengiriman barang dari pusat ke cabang perusahaan ataupun sebaliknya, meliputi zona tujuan, rute perjalanan dan no truk yang digunakan untuk melakukan pengiriman.
• Mendapatkan informasi mengenai jumlah persediaan barang yang tersedia di gudang perusahaan baik gudang pusat maupun cabang.
• Mengetahui apakah adanya pengembalian barang yang telah dikirim dikarenakan adanya barang yang tidak laku terjual ataupun barang yang telah rusak/cacat.
• Mengetahui berapa nilai barang yang telah dikirim atau diterima termasuk biaya loading barang ke gudang dan biaya tambahan lainnya.
Sistem ini terdiri dari beberapa subsistem yang memiliki fungsi berbeda berdasarkan tujuan penggunaan data, antara lain :
Delivery
Dalam subsistem ini dapat digunakan untuk membuat jadwal pengiriman barang, untuk mengkonfirmasi pengiriman barang, untuk mengalokasikan truk yang digunakan untuk pengiriman barang, untuk mengetahui status pengiriman barang dan untuk mengetahui apakah ada pengiriman yang tertunda atau keterlambatan atas pengiriman barang.
Cost
Dalam subsistem ini dapat digunakan untuk me-manage berbagai faktor-faktor pengiriman (biaya-biaya lain, kondisi barang, wilayah tujuan, tarif yang digunakan), untuk mengetahui apabila terjadi kesalahan selama pengiriman, untuk me-manage pengiriman barang termasuk biaya-biaya atas pengiriman tersebut.
Stock
Dalam subsistem ini dapat digunakan untuk mengetahui status penerimaan barang, perhitungan fisik persediaan barang di gudang dan status persediaan barang.
Return
Dalam subsistem ini dapat digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengembalian barang yang tidak laku terjual dan rusak/cacat.
Dampak dari Penerapan Sistem Informasi Manajemen
Dengan adanya system GDLS ini, seluruh pegawai PT. LG Electronics Indonesia dapat mengetahui bagaimana kondisi inventori perusahaan yang berada di gudang pusat maupun cabang. Begitu pula, apabila terjadi masalah atau kesalahan yang berhubungan dengan inventori sehingga dapat segera diatasi langsung oleh pegawai yang berwenang. Hal ini akan meningkatkan efisiensi dan efektifitas biaya dan kinerja perusahaan.
Refrensi :
http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_informasi_manajemen
http://www.peutuah.com/pengertian-manajemen-sumber-daya-manusia/
http://wisnudewobroto.com/sistem-informasi-manajemen-pt-lg-electronic-indonesia-dalam-mengendalikan-inventori/
Senin, 10 Oktober 2011
Pengenalan Pada Manajemen Informasi
NAMA :ALFINA WILDAN .W
NPM :30110548
KELAS :2DB21
PENGENALAN PADA MANAJEMEN INFORMASI
Informasi adalah sumber daya utama bagi seorang manajer yang dapat dikelola, bersumber pada 2 pengaruh yaitu :
Komputer mencapai kemampuan yang semakin baik.
Kegiatan bisnis semakin kompleks.
Output yang dihasilkan digunakan oleh manajer dan orang-orang yang membutuhkan.
Keahlian Manajer: Computer Literate dan Information Literate
Sumber daya Manajemen Informasi ada 2 yaitu :
Sumber daya KONSEPTUAL : Informasi (termasuk data).
Sumber daya FISIK : manusia, mesin, material, uang.
Manajer haruslah memastikan bahwa data mentah yang terkumpul dan kemudian diproses menjadi informasi yang berguna dan kemudian memastikan bahwa informasi tersebut layak digunakan oleh oarng-orang dilingkungan organisasi dalam bentuk yang tepat dan pada saat yang tepat sehingga informasi tersebut dapat digunakan secara maksimal. Akhirnya manajer membuang informasi yang tidak berguna dan menggantinya dengan informasi yang up-to-date.
Pentingnya Manajemen informasi dalam Perusahaan, disebabkan karena :
• Kompleksitas kegiatan bisnis yang semakin meningkat, disebabkan :
Persaingan dunia.
Batas waktu yang singkat.
Kendala-kendala sosial.
Pengaruh ekonomi internasional, co : gejolak inflasi.
Kemampuan komputer yang semakin baik.
Fungsi-fungsi manajemen menurut Henry Fayol :
Manajer merencanakan apa yang akan dilakukan.
Manajer menyusun staff organisasi dengan sumber daya yang diperlukan.
Akhirnya para manajer mengendalikan (controlling) sumber daya tersebut dan menjaganya agar tetap beroperasi secara optimal.
Dengan sumber daya yang ada, para manajer mengarahkan untuk melaksanakan rencana tersebut.
Manajer mengorganisasikan untuk mencapai rencana tersebut.
1. Konsep Sistem Informasi Manajemen
Sistem informasi Manajemen atau yang biasa kita sebut dengan SIM adalah serangkaian sub sistem informasi yang menyeluruh dan terkoordinasi dan secara rasional terpadu yang mampu mengubah data sehingga menjadi informasi lewat serangkaian cara untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas yang sesuai dengan gaya dan sifat manajer atas dasar kriteria mutu yang telah ditetapkan. Menurut Gordon B Davis SIM adalah :Sistem manusia dan mesin yang terpadu untuk menghasilkan informasi guna mendukung operasi manajemen dan fungsi pengambilan keputusan dalam suatu organisasi.Sedangkan menurut Robert G. Murdick & Joel E Ross SIM adalah :Proses komunikasi dimana input dan output yang direkam, disimpan dan diproses untuk pengambialn keputusan, mengenai perancangan, pengoperasian dan pengendalian.
Dari definisi diatas dapat diuraikan lebih lanjut bahwasanya:
Sistem Informasi Manajemen di koordinasikan secara terpusat untuk menjamin bahwa data yang telah di proses dapat di operasikan secara terencana dan terkoordinasi. Semuanya untuk menjamin bahwa informasi melewati dan menuju sub-sistem yang diperlukan, serta menjamin bahwa sistem informasi bekerja secara efisien.
Sistem Informasi Manajemen memiliki sub-sitem informasi. Sistem Informasi Manajemen adalah serangkaian sub-sistem, dimana sub-sistem tersebut mendukung tercapainya sasaran Sistem Informasi Manajemen dan organisasi sebagian dari sub-sistem berperan hanya dalam satu kegiatan atau lapisan manajemen, sementara yang lainya berperan ganda.
Sistem Informasi Manajemen sesuai dengan gaya manajer Sistem Informasi Manajemen dikembangkan lewat pengenalan atas sifat dan gaya manajerial dari personil yang akan menggunakannya. Para perancang sistem apabila akan mengembangkan Sistem Informasi Manajemen hendaknya mempertimbangkan faktor manusiawi dengan cermat. Apabila tidak demikian, maka sistem yang dihasilkan tidak efektif.
Sistem Informasi Manajemen mentransformasikan data kedalam informasi. Apabila data diolah dan berguna bagi manajer untuk tujuan tertentu, maka ia akan menjadi informasi.
2. Peranan manajer dalam pengelolaan manajemen informasi
Sumber daya manajemen ada 2:
Sumber daya konseptual yaitu : informasi(termasuk data).
Sumber daya fisik yaitu : manusia,mesin,material,uang.
Peranan manajer adalah mengelola sumber daya agar dapat digunakan secara efisien dan efektif . Sebagai kelanjutan dari peranan manajer maka perlu adanya usaha penataan sumber daya termasuk didalamnya manajemen informasi yakni berupa:
1.Sumber daya harus di susun sedemikian rupa sehingga setipa saat di perlukan dapat segera di manfaatkan dan perlu dilakukan perubahan atau modifikasi.
2.sumber daya harus dimanfaatkan semaksimal mungkin.
3.sumber daya harus selalu diperbaharui.
Keterampilan manajemen ada 2 : keahlian komputer dan keahlian informasi.
Di jaman yang sudah mengandalkan teknologi serba canggih ini,komputer adalah alat yang wajib bisa di kuasai.karena hampir semua perusahaan menggunakan komputer untuk menjalankan pekerjaan.manajer dan sistem informasi,sistem adalah sekelompok elemen-elemen yang saling berinteraksi untuk mencapai tujuan tertentu,contoh:perusahaan manufaktur.setiap sistem memiliki batas-batas luar yang memisahkannya dari lingkungannya.tidak semua sistem memiliki kombinasi elemen sistem yang sama,namun secara umum bisa di gambarkan terdiri dari sumber daya input(masukkan),proses transformasi dan sumberdaya output(keluaran).
3. SISTEM INFORMASI MANAJEMEN DALAM PT PLN (PERSERO)
Program pengembangan system informasi manajemen PLN memprioritaskan implementasi aplikasi perusahaan dan manajemen pelanggan.
Aktivitas yang telah dilakukan perusahaan hingga akhir 2006 adalah antara lain
1). Information Technology Detail Implementation Plan (ITDP)
Penyelesaian laporan dari awal, yaitu pengisian kuesioner untuk DisCo(Distribusi), TransCo(Transmisi), dan GenCo(Generasi), dan kemudian akan dilanjutkan dengan studi komparatif pada praktek terbaik sebelum kompilasi akhir dari dokumen perencanaan detail IT (IT Details Plan document).
2). Information Technology Master Plan (ITMP)
• Pembuatan aplikasi Enterprise Resources Planning (ERP), dimana salah satunya adalah corporate and shared services (CSSC – Corporate Share Services Center).
• Pengaturan dari skenario yang terbesar dari pengembangan sebuah Customer
Information System (CIS).
3). Customer Information System (CIS)
Pembentukan tim koordinasi CIS PLN 2006 yang menyusun dan menyiapkan rencana kebijakan dan aktivitas untuk mengimplementasikan aplikasi CIS PLN 2006
4). E-Procurement
• Modul KHS (Unit Price Agreement) dari aplikasi e-Proc telah beroperasi dalam
beberapa bagian unit PLN.
• Aplikasi SIMAT menggunakan aplikasi data pendukung dari keseimbangan
supply material untuk e-Proc dalam 17 unit.
5). I-SMS
• Penyelesaian dari Service Cooperation Agreement untuk I-SMS 8123 untuk
periode tahun 2006-2007 antara PT PLN (Persero) dan operator selular sebagai
penyedia konten (Content Provider).
• Penandatanganan kontrak (Agreement) dari layanan I-SMS out-in Service Pilot Project Implementation telah diadakan di APJ Surabaya Selatan pada unit distribusi PLN Jawa Timur
1. Enterprise Resource Planning (ERP)
• Operasi sepenuhnya dari system ERP dimulai dari 4 projek awal (pilot project),
antara lain: kantor utama, distribusi bali, distribusi Jakarta Raya dan Tangerang
dan PLN P3B.
• Inisiasi implementasi program Go Live Support Extension (GLSE)
Contoh : Fungsi SIM dalam bidang Akuntansi
Untuk mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas-aktivitas dan transaksi-transaksi yang telah dilaksanakan.
Mengubah data menjadi informasi yang berguna bagi pihak manajemen untuk membuat keputusan dalam aktivitas perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan.
Menyediakan pengendalian yang memadai utuk menjaga pendapatan perusahaan.
NPM :30110548
KELAS :2DB21
PENGENALAN PADA MANAJEMEN INFORMASI
Informasi adalah sumber daya utama bagi seorang manajer yang dapat dikelola, bersumber pada 2 pengaruh yaitu :
Komputer mencapai kemampuan yang semakin baik.
Kegiatan bisnis semakin kompleks.
Output yang dihasilkan digunakan oleh manajer dan orang-orang yang membutuhkan.
Keahlian Manajer: Computer Literate dan Information Literate
Sumber daya Manajemen Informasi ada 2 yaitu :
Sumber daya KONSEPTUAL : Informasi (termasuk data).
Sumber daya FISIK : manusia, mesin, material, uang.
Manajer haruslah memastikan bahwa data mentah yang terkumpul dan kemudian diproses menjadi informasi yang berguna dan kemudian memastikan bahwa informasi tersebut layak digunakan oleh oarng-orang dilingkungan organisasi dalam bentuk yang tepat dan pada saat yang tepat sehingga informasi tersebut dapat digunakan secara maksimal. Akhirnya manajer membuang informasi yang tidak berguna dan menggantinya dengan informasi yang up-to-date.
Pentingnya Manajemen informasi dalam Perusahaan, disebabkan karena :
• Kompleksitas kegiatan bisnis yang semakin meningkat, disebabkan :
Persaingan dunia.
Batas waktu yang singkat.
Kendala-kendala sosial.
Pengaruh ekonomi internasional, co : gejolak inflasi.
Kemampuan komputer yang semakin baik.
Fungsi-fungsi manajemen menurut Henry Fayol :
Manajer merencanakan apa yang akan dilakukan.
Manajer menyusun staff organisasi dengan sumber daya yang diperlukan.
Akhirnya para manajer mengendalikan (controlling) sumber daya tersebut dan menjaganya agar tetap beroperasi secara optimal.
Dengan sumber daya yang ada, para manajer mengarahkan untuk melaksanakan rencana tersebut.
Manajer mengorganisasikan untuk mencapai rencana tersebut.
1. Konsep Sistem Informasi Manajemen
Sistem informasi Manajemen atau yang biasa kita sebut dengan SIM adalah serangkaian sub sistem informasi yang menyeluruh dan terkoordinasi dan secara rasional terpadu yang mampu mengubah data sehingga menjadi informasi lewat serangkaian cara untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas yang sesuai dengan gaya dan sifat manajer atas dasar kriteria mutu yang telah ditetapkan. Menurut Gordon B Davis SIM adalah :Sistem manusia dan mesin yang terpadu untuk menghasilkan informasi guna mendukung operasi manajemen dan fungsi pengambilan keputusan dalam suatu organisasi.Sedangkan menurut Robert G. Murdick & Joel E Ross SIM adalah :Proses komunikasi dimana input dan output yang direkam, disimpan dan diproses untuk pengambialn keputusan, mengenai perancangan, pengoperasian dan pengendalian.
Dari definisi diatas dapat diuraikan lebih lanjut bahwasanya:
Sistem Informasi Manajemen di koordinasikan secara terpusat untuk menjamin bahwa data yang telah di proses dapat di operasikan secara terencana dan terkoordinasi. Semuanya untuk menjamin bahwa informasi melewati dan menuju sub-sistem yang diperlukan, serta menjamin bahwa sistem informasi bekerja secara efisien.
Sistem Informasi Manajemen memiliki sub-sitem informasi. Sistem Informasi Manajemen adalah serangkaian sub-sistem, dimana sub-sistem tersebut mendukung tercapainya sasaran Sistem Informasi Manajemen dan organisasi sebagian dari sub-sistem berperan hanya dalam satu kegiatan atau lapisan manajemen, sementara yang lainya berperan ganda.
Sistem Informasi Manajemen sesuai dengan gaya manajer Sistem Informasi Manajemen dikembangkan lewat pengenalan atas sifat dan gaya manajerial dari personil yang akan menggunakannya. Para perancang sistem apabila akan mengembangkan Sistem Informasi Manajemen hendaknya mempertimbangkan faktor manusiawi dengan cermat. Apabila tidak demikian, maka sistem yang dihasilkan tidak efektif.
Sistem Informasi Manajemen mentransformasikan data kedalam informasi. Apabila data diolah dan berguna bagi manajer untuk tujuan tertentu, maka ia akan menjadi informasi.
2. Peranan manajer dalam pengelolaan manajemen informasi
Sumber daya manajemen ada 2:
Sumber daya konseptual yaitu : informasi(termasuk data).
Sumber daya fisik yaitu : manusia,mesin,material,uang.
Peranan manajer adalah mengelola sumber daya agar dapat digunakan secara efisien dan efektif . Sebagai kelanjutan dari peranan manajer maka perlu adanya usaha penataan sumber daya termasuk didalamnya manajemen informasi yakni berupa:
1.Sumber daya harus di susun sedemikian rupa sehingga setipa saat di perlukan dapat segera di manfaatkan dan perlu dilakukan perubahan atau modifikasi.
2.sumber daya harus dimanfaatkan semaksimal mungkin.
3.sumber daya harus selalu diperbaharui.
Keterampilan manajemen ada 2 : keahlian komputer dan keahlian informasi.
Di jaman yang sudah mengandalkan teknologi serba canggih ini,komputer adalah alat yang wajib bisa di kuasai.karena hampir semua perusahaan menggunakan komputer untuk menjalankan pekerjaan.manajer dan sistem informasi,sistem adalah sekelompok elemen-elemen yang saling berinteraksi untuk mencapai tujuan tertentu,contoh:perusahaan manufaktur.setiap sistem memiliki batas-batas luar yang memisahkannya dari lingkungannya.tidak semua sistem memiliki kombinasi elemen sistem yang sama,namun secara umum bisa di gambarkan terdiri dari sumber daya input(masukkan),proses transformasi dan sumberdaya output(keluaran).
3. SISTEM INFORMASI MANAJEMEN DALAM PT PLN (PERSERO)
Program pengembangan system informasi manajemen PLN memprioritaskan implementasi aplikasi perusahaan dan manajemen pelanggan.
Aktivitas yang telah dilakukan perusahaan hingga akhir 2006 adalah antara lain
1). Information Technology Detail Implementation Plan (ITDP)
Penyelesaian laporan dari awal, yaitu pengisian kuesioner untuk DisCo(Distribusi), TransCo(Transmisi), dan GenCo(Generasi), dan kemudian akan dilanjutkan dengan studi komparatif pada praktek terbaik sebelum kompilasi akhir dari dokumen perencanaan detail IT (IT Details Plan document).
2). Information Technology Master Plan (ITMP)
• Pembuatan aplikasi Enterprise Resources Planning (ERP), dimana salah satunya adalah corporate and shared services (CSSC – Corporate Share Services Center).
• Pengaturan dari skenario yang terbesar dari pengembangan sebuah Customer
Information System (CIS).
3). Customer Information System (CIS)
Pembentukan tim koordinasi CIS PLN 2006 yang menyusun dan menyiapkan rencana kebijakan dan aktivitas untuk mengimplementasikan aplikasi CIS PLN 2006
4). E-Procurement
• Modul KHS (Unit Price Agreement) dari aplikasi e-Proc telah beroperasi dalam
beberapa bagian unit PLN.
• Aplikasi SIMAT menggunakan aplikasi data pendukung dari keseimbangan
supply material untuk e-Proc dalam 17 unit.
5). I-SMS
• Penyelesaian dari Service Cooperation Agreement untuk I-SMS 8123 untuk
periode tahun 2006-2007 antara PT PLN (Persero) dan operator selular sebagai
penyedia konten (Content Provider).
• Penandatanganan kontrak (Agreement) dari layanan I-SMS out-in Service Pilot Project Implementation telah diadakan di APJ Surabaya Selatan pada unit distribusi PLN Jawa Timur
1. Enterprise Resource Planning (ERP)
• Operasi sepenuhnya dari system ERP dimulai dari 4 projek awal (pilot project),
antara lain: kantor utama, distribusi bali, distribusi Jakarta Raya dan Tangerang
dan PLN P3B.
• Inisiasi implementasi program Go Live Support Extension (GLSE)
Contoh : Fungsi SIM dalam bidang Akuntansi
Untuk mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas-aktivitas dan transaksi-transaksi yang telah dilaksanakan.
Mengubah data menjadi informasi yang berguna bagi pihak manajemen untuk membuat keputusan dalam aktivitas perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan.
Menyediakan pengendalian yang memadai utuk menjaga pendapatan perusahaan.
Kamis, 26 Mei 2011
KEPEMIMPINAN
PENDAHULUAN
A. PENGERTIAN PEMIMPIN
Pemimpin yang di dalam bahasa inggrisnya adalah leader.leader merupakan orang yang memiliki bawahan seperti para pekerja dalam suatu organisasi. Pemimpin memiliki orang-orang yang di pimpin. Pemimpin juga bisa di artikan pula sebagai orang yang memiliki wewenang dalam pengambilan keputusan suatu organisasi. Pemimpin dapat pula diartikan sebagai orang yang mampu mempengaruhi orang lain untuk melakukan tugas-tugas tertentu yang menjadi keinginan dan tujuan sang pemimpin.
Pemimpin adalah subjek atau pelaku dari unsur-unsur yang terdapat dalam kepemimpinan, seperti adanya kekuasaan, pengaruh, kekuatan, dan pemilik tanggung jawab paling besar bagi seluruh kegiatan yang dilakukan oleh bawahannya. Meskipun tidak semua pemimpin memiliki jiwa kepemimpinan yang sama, secara timbal balik dan fungsional, kedua konsep tersebut tidak dapat dipisahkan.
Dari pengertian diatas, terdapat unsur-unsur penting dari makna pemimpin,yaitu sebagai berikut:
• Unsure kekuasaan, yaitu menguasai organisasi dan mengendalikan struktur organisasi;
• Unsure instruksional, yaitu berwenang memberikan perintah, tugas, dan segala hal yang harus dilaksanakan oleh bawahannya;
• Unsure responsibility, yang bertanggung jawab penuh terhadap seluruh kinerja organisasi;
• Unsure pendelegasian, yaitu memiliki hak dan wewenang memindahkan tugasnya kepada bawahannya;
• Unsure supervis, yaitu berkewajiban membina dan mengarahkan anak buahnya;
• Unsure strategi, yaitu sebagai konseptor yang menyiasati berbagai upaya mengembangkan organisasi;
• Unsur budaya, yaitu yang membentuk model dan pola perilaku dalam berorganisasi;
• Unsure kharismatika, yaitu yang memiliki kewibawaan yang sifatnya dibentuk secara formal structural maupun secara cultural.
Delapan unsure yang dimiliki pemimpin menggambarkan kedudukan pemimpin dalam
Organisasi , baik dalam organisasi dalam arti yang luas atau yang sempit. Pemimpin adalah orang yang memiliki jabatan paling utama dalam menjalankan suatu organisasi. contoh, suami adalah pemimpin keluarga, maka suami adalah imam bagi istri dan anak-anaknya. Dengan demikian, seorang suami di tuntut memiliki kapabilitas untuk mengelola rumah tangganya, baik pengelolaan aspek jasmaniah maupun rohaniahnya.
Definisi lainnya tentang pemimpin dapat dikemukakan sebagai berikut.
• Pemimpin adalah orang yang berwenang mengendalikan organisasi berikut seluruh struktur yang ada di dalamnya.
• Pemimpin adalah orang yang memiliki kemampuan meningkatkan sumbersaya anak manusia dan sumber daya organisasi.
• Pemimpin adalah orang yang paling berpengaruh di dalam organisasi.
• Pemimpin adalah orang yang memiliki kedudukuan tertinggi dalam organisasi.
• Pemimpin adalah orang yang paling bertanggung jawab terhadap seluruh kinerja organisasi.
PEMBAHASAN
B. ARTI KEPEMIMPINAN
Proses pelaksanaan tugas dan kewajiban pemimpin di sebut dengan kepemimpinan. Kepemimpinan merupakan sifat dari pemimpin dalam memikul tanggung jawabnya secara moral dan legal formal atas seluruh pelaksanaan wewenangnya yang telah didelegasikan kepada orang-orang yang dipimpinnya. Dalam lembaga pendidikan, misalnya, sekolah dipimpin oleh kepala sekolah yang mendelegasikan kepemimpinannya kepada wakil kepala sekolah atau pejabat lainnya yang berada dibawahannya. Demikian pula, dengan rector sebagai pemimpin di perguruan tinggi dapat mendelegasikan kepemimpinannya kepada pemimpin di bawahnya menurut tugas dan fungsinya masing-masing, misalnya kepada pembantu rector 1 untuk menjalankan tugas-tugas akademik. Demikian pula, dengan dekan di tingkat fakultas adalah pemimpin yang memiliki bawahan yang tugas kepemimpinannya dibantu oleh para pembantu dekan.
Kepemimpinan dapat diartikan sebagai sifat-sifat dan karakter yang dimiliki seorang pemimpin. Pemimpin yang otoriter yang artinya pemimpin yang menjalankan kepemimpinan yang kurang demokratis dalam mengambil keputusan. Kekuasaannya bersifat absolute karena seluruh roda kekuasaan dikendalikan oleh dirinya sendiri. jadi, sifat-sifat seorang pemimpin berarti pula sebagai bentuk dari kepemimpinan.
Kepemimpinan adalah bentuk-bentuk nyata dari jiwa pemimpin. Salah satu dari bentuk konkret itu adalah sifat terampil dan berwibawa serta cerdas dalam mempengaruhi orang lain agar mau melaksanakan tugas-tugas yang merupakan harapan dan tujuan yang ingin diraih oleh pemimpin. Maka dari itu, sifat dasar yang sangat familiar dimiliki pemimpin adalah sebagai berikut:
• Memiliki pengalaman yang lebih banyak dibandingkan anak buahnya;
• Memiliki ilmu pengetahuan yang lebih luas dari yang dipimpinnya;
• Prestasi kerjanya yang cemerlang;
• Karier dan jabatannya terbaik dibandingkan yang lain dalam organisasinya;
• Kesempatan yang lebih besar dalam menenpati jabatan tertinggi dan tertentu;
• Kewibawaan yang dibangggakan oleh anggota organisasi;
• Meraih kekuasaan secara politik dengan berbagai cara dan strategi;
• Memiliki para pendukung yang loyal dan komitmen pada visi dan misi yang diembannya;
• Menguasai metode dan tekhnik dalam mengelola organisasi.
Dalam organisasi, fungsi-fungsi kepemimpinan berujung pada lima bentuk utama, yaitu:
• Manajer, direktur, ketua, presiden, kepala, dan istilah lainnya, yaitu pengelola dan penyelenggara organisasi yang berkaitan dengan fungsi-fungsi manajemen;
• Pengawa, yaitu yang mengontrol seluruh pelaksanaan tugas dan kewajiban bawahannya;
• Pembina, yaitu yang memberikan pengarahan dan memberikan contoh dalam melaksanakan tugas organisasi;
• Pengambil keputusan, yang menetapkan alternative pemecahan masalah yang dihadapi oleh organisasi yang dipimpinnya; dan
• Penanggung jawab untuk semua pelaksanaan program organisasi.
Kepemimpinan merupakan implementasi dari keterampilan dalam mengelola orang lain sebagai bawahannya. Mengelola sumber daya manusia dan sumber daya organisasi secara umum. Oleh sebab itu, setiap pemimpin harus memiliki managerial skill yang sangat berpengaruh pada kekuasaan yang dimilikinya. Keahlian utama dari kepemimpinan adalah Lihai dalam mengendalikan situasi dan kondisi organisasi, yaitu dengan menentukan konsep masa depan organisasi dalam bentuk wacana kerja yang visioner.
Dalam pancasila sila ke empat dikatakan bahwasanya “kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permuisyawaratan perwakilan.” Dari sila tersebut, secara filosofis, dapat kita ambil suatu konsep kepemimpinan yang indonesiawi, yaitu sebagai berikut:
• Kepemimpinan yang dibangun olehkecerdasan filosofis para pemimpin. Kecerdasan filosofis adalah pandai menemikan hikmah dari setiap penyelenggaraan organisasi, terlebih lagi suatu Negara.
• Kepemimpinan yang menetapkan pengambilan keputusan dengan nilai-nilai kebijaksanaan, artinya memberikan kemaslahatan bagi seluruh kepentingan bangsa dan Negara, kebijaksanaan yang memaslahatkan anggota suatu organisasi yang dipimpinnya.
• Kepemimpinan yang berprinsip pada nilai-nilai demokrasi, yaitu dengan melaksanakan musyawarah dalam pengambilan keputusan dan tidak menganut kepemimpinan otoriter.
• Kepemimpinan yang pandai memilih wakil-wakilnya untuk diberi wewenang, tugas, dan kewajiban dalam menjalankan roda organisasi.
Dengan konsep kepemimpinan tersebut, arti kepemimpinan dapat paparkan sebagai berikut.
• Prjudi atmosudirdjo dalam ngalim purwanto mengatakan bahwa kepemimpinan adalah kepribadian (personality) seseorang yang mendatangkan keinginan pada kelompok orang untuk mencontoh atau mengikutinya, atau yang memancarkan suatu pengaruh tertentu, suatu kekuatan atau wibawa, yang demikian rupa sehingga membuat sekelompok orang yang bersedia untuk melakukan apa yang dikehendakinya.
• Kepemimpinan dapat pula dipandang penyebab dari berbagai kegiatan, proses atau kesediaan untuk mengubah pandanganatau sikap (mental/fisik) dari kelompok orang, baik dalam hubungan organisasi formal maupun informal.
• Kepemimpinan adalah suatu seni, kesanggupan (ability) atau teknik untuk membuat sekelompok bawahan dalam organisasi formal atau para pengikut atau simpatisan dalam organisasi informal mengikkuti atau menaati segala apa yang dikehendakinya, membuaut mereka begitu antusias atau bersemangat untuk mengikutinya, bahkan mungkin rela berkorban untuknya.
• Kepemimpinan dapat pula dipandang sebagai suatu bentuk persuasi suatu seni pembinaan kelompok orang tertentu, biasanya melalui human relations dan motivasi yang tepat, sehingga tanpa adanya rasa takut, orang-orang tersebut bersedia untuk bekerja sama dan membanting tulang untuk memahami dan mencapai segala apa yang menjadi tujuan-tujuan organisasi.
Berdasarkan pandangan diatas, dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan addlah sekumpulan dari serangkain kemampuan dan sifat kepribadian, termasuk didalamnya kewibawaan, untuk dijadikan sebagai saran dalam rangka meyakinkan yang di pimpinnya agar mereka bersedia dan dapat melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya dengan rela, penuh semangat, gembira, serta merasa tidak terpaksa.
C. FUNGSI UTAMA PEMIMPIN
Fungsi yang paling utama dari seorang pemimpin adalah menjalankan kepemimpinannya dengan baik dan benar, artinya, berdasarkan aturan main yang telah disepakati dan ditetapkan oleh organisasi. Fungsi-fungsi utama yang dimaksud adalah sebagai berikut.
• Pengelola organisasi atau pengendali utama manajemen berorganisasi. Pemimpin yang menjalankan fungsi utama adalah konseptor utama yang meru,uskan visi dan misi serta tujuan organisasi, sehingga mulai perencanaan hingga pertanggung jawaban diarahkan pada tujuan yang telah ditetapkan.
• Motivator, yaitu orang yang mendorong dan memberikan dukungan penuh kepada bawahannya untuk bekerja dengan optimal.
• Pembuatan keputusan yang akan memengaruhi perkembangan dan kemajuan organisasi serta kesejahteraan para anggotanya.
• Penilai kinerja karyawannya yang akan memberikan penghargaan bagi seluruh prestasi kerja bawahannya.
• Dinamisator dan katalisator organisasi, yaitu orang yang memajukan organisasi dan mengendalikan situasi dan kondisi yang akan berpengaruh terhadap kemajuan atau kemunduran organisasi.
D. GAYA DAN SIFAT KEPEMIMPINAN
Dalam kepemimpinan terdapat beberapa ciri fungsional yang melekat pada seorang pemimpin, yaitu:
• Watak dan kewibawaan seorang pemimpin;
• Kekuasaan dalam pekerjaan yang dilaksanakan oleh bawahannya;
• Hierarki kekuasaan structural;
• Ketegasan pengambilan keputusan;
• Kecerdasan menganalisis persoalan yang menyangkut kepentingan umum.
Sifat sifat pemimpin yang utama adalah sebagai berikut:
• Energik, artinya memiliki semangat yang tinggi dan terbaik dibandingkan dengan bawahannya;
• Emosinya stabil, yaitu telaten dalam melaksanakan tugas-tugasnya;
• Mampu membangun relasi dengan seluruh bawahannya dan dengan lingkungan eksternal organisasinya;
• Memiliki motivasi yang kuat di dalam jiwanya untuk memimpin dengan baik;
• Idealis, artinya memiliki gagasan dan cita-cita yang sangat tinggi untu7k dirinya dan organisasinya;
• Ahli dalam membimbing dan mengarahkan anak buahnya;
• Terampil mengendalikan organisasi dan menjalin kerja sama dengan anak buahnya dan dengan organisasi eksternal;
• Ahli membentuk budaya organisasi dan menjalin hubungan social;
• Rasional dalam memcahkan masalah;
• Memiliki moralitas yang patut diteladani oleh anak buahnya;
Seorang pemimpin harus memiliki keahlian manajerial dan memahami hal-hal yang sifatnya teknis agar memudahkan ia mengarahkan dan membina anak buahnya. Ia harus memiliki keterampilan berkomunikas dengan orang lain, memiliki keoiawaian berinteraksi, membangun relasi, dan bersosialisasi, sehingga kepemimpinannya berjalan efektif. Ia juga harus memiliki human relation skill, keahlian berhubungan dengan orang lain, yaitu pandai membuat relasi baru dan berinteraksi dengan seluruh anak buahnya dan dengan lingkungan sekitarnya.
Gaya kepemimpinan itu berbeda-beda. Menurut Sondang P. Siagian, ada empat gaya kepemimpinan, yaitu:
• Gaya kepemimpinan otokratis;
• Gaya kepemimpinan militeristis;
• Gaya kepemimpinanpaternalistis;
• Gaya kepemimpinan demokratis.
1. KEPEMIMPINAN YANG OTOKRATIS
Dalam kepemimpinan yang otokratis, pemimpin bertindak sebagai dictator terhadap anggota-anggota kelompoknya. Pemimpin otokratis adalah pemimpin yang memiliki wewenang(authority) tunggal. Pemimpin otokratis dapat disebut sebagai pemimpin yang tidak demokratis.
Ciri-ciri pemimpin yang bergaya otokratis adalah:
a. Menjadikan organisasi sebagai milik pribadi;
b. Menetapkan tujuan pribadi dengan tujuan organis;
c. Memandang bawahan sebagai alat yang tidak berdaya;
d. Tidak mau menerima kritik, saran, dan pendapat;
e. Bergantung pada kekuasaan formal yang dimilikinya;
f. Memimpin dengan cara paksa.
Gaya otokrasi dimiliki sepenuhnya oleh pemimpin yang diktatoristik dan absolute, yang merendahkan arti musyawarah dan menolak partisipasi anak buahnya dalam pengambilan keputusan.
2. GAYA PATERNALISTIK
Gaya paternalistic ialah:
a. Menyepelekan kemampuan anak buah;
b. Over protektive, terlalu memanjakan anak buah dan terlalu melindungi;
c. Tertutup bagi pengembangan kaderisasi;
d. Kreatifitas anak buah tertekan oleh sikap god father-nya;
e. Mahatahu, jadi anak buah belum banyak tahu;
f. Close management bai anak buahnya;
g. All handle untuk seluruh rencana kerja.
3. TIPE MILITERISTIK
Seorang pemimpin yang bertipe militeristis ialah seorang pemimpin yang memiliki sifat-sifat sebagai berikut:
a. Instruksional;
b. Pangkat dan jabatan menjadi alat utama memaksa anak buahnya untuk melaksanakan tugas;
c. Serba formalistik;
d. Disiplin yang kaku;
e. Tertutup bagi kritik;
f. Formal seremonial yang pelaksanaan tugas.
4. GAYA ATAU MODEL KONTINGENSI FIELDER
Gaya kepemimpinan ini di kembangkan oleh Fred E. Fielder. Menurut gaya ini, ada tiga variable yang menentukan efektif-tidaknya kepemimpinan, yaitu: (1) hubungan antara pemimpin dengan yang dipimpin, (2) derajat struktur tugas, dan (3) kedudukan kekuasaan pimpinan. Jadi, kepemimpinan yang berhasil perlu membaca situasi dan kondisi serta menyesuaikan gaya kepemimpinannya.
Keberhasilan kepemimpinan sangat dipengaruhi okeh:
a. Human relationship pemimpin dengan yang dipimpin;
b. Staffing dan organizing yang efektif dan professional;
c. Otoritas pemimpin yang kuat dan tegas.
5. GAYA ATAU MODEL KEPEMIMPINAN TIGA DIMENSI
William J. Reddin (1970) adalah orang yang pertama kali memperkenalkan gaya kepemimpinan tiga dimensi (three-dimensional-model). Dalam gaya ini, ada tiga kelompok yang saling berhubungan, yaitu gaya dasar, gaya efektif, dan gaya tak efektif. Tiga gaya itu diorientasikan pada dua hal, yaitu orang (people oriented) dan tugas (task oriented).
Orientasi orang ditentukan dalam staffing, yaitu menempatkan orang sesuai dengan keahliannya dan pengalaman kerjanya. Orientasi tugas adalah mempertimbangkan tugas-tugas yang mampu dilaksanakan oleh karyawan sesuai dengan keahlian dan pengalamannya.
6. GAYA PATERNALISTIK
Gaya paternalistic ialah:
h. Menyepelekan kemampuan anak buah;
i. Over protektive, terlalu memanjakan anak buah dan terlalu melindungi;
j. Tertutup bagi pengembangan kaderisasi;
k. Kreatifitas anak buah tertekan oleh sikap god father-nya;
l. Mahatahu, jadi anak buah belum banyak tahu;
m. Close management bai anak buahnya;
n. All handle untuk seluruh rencana kerja.
7. KEPEMIMPINAN YANG DEMOKRATIS
Gaya kepemimpinan demokratis disebut juga dengan gaya kepemimpinan modernis dan partisipatif . Dalam pelaksanaan kepemimpinan, semua anggota diajak berpartisipasi menyumbangkan pikiran dan tenaganya untuk mencapai tujuan organisasi. Gaya demokratis adalah kebalikan dari gaya otokratis.
Pemimpin yang bertipe demokratis adalah yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
a. Pengembangan sumber daya dan kreativitas karyawan;
b. Pengembangan partisiatif karyawan;
c. Musyawarah dan mufakat;
d. Kaderisasi yang sistematis;
e. Pendelegasian normatif yang konstruktif;
f. Regenerasi kepemimpinan;
8. GAYA KEPEMIMPINAN KHARISMATIK
Charisma dapat dibagi dua macam, yaitu :
a. Kewibawaan alamiah, yaitu kewibawaan yang tealh ada pada diri pemimpin;
b. Kewibawaan buatan, yaitu kewibawaan yang diciptakan oleh jabatan dan kekuasaan.
E. TEORI-TEORI KEPEMIMPINAN
Teori-teori kepemimpinan adalah sebagai berikut .
1. Teori genetic, yaitu seorang menjadi pemimpin karena sudah dilahirkan untuk menjadi pemimpin. Kepemimpinan merupakan pembawaan yang ditetapkan oleh tuhan secara deterministic. Di samping itu, kepemimpinan diturunkan dari orang tuanya yang juga sebagai seorang pemimpin. Misalnya, mantan Presiden Soekarno adalah pemimpin yang jiwa kepemimpinannya diturunkan kepada Megawati Soekarno Putri.
2. Teori social, yang berpandangna bahwa pemimipin dilahirkan oleh kelompok tertentu. Keberhasilan kepemimpinannya sangat sitentukan oleh dukungan kelompoknya. Jka kelompoknya lari dari lingkungan organisasi yang dipimpinnya,secara otomatis sang pemimpin pun tamat riwayatnya.
3. Teori situasional, yaitu yang berpandanga bahwa lahirnya pemimipin bergantung pada situasi dan kondisi. Pelaksanaan kepemimpinan harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi. Seperti pemimpin Negara yang diciptakan oleh konstitusi dan keterlibatan rakyat secara langsung yang memilihnya. Sementara para pemimpin Negara akan menerapkan gaya kepemimpinannya dengan mempertimbangkan situasi dan kondisi.
4. Teori ekologis, yaitu teori yang berpandangan bahwa lingkungan sangat mempengaruhi kepemimpinan. Seluruh aspek yang berhubungan dengan lingkungan, misalnya pendidikan dan pelatihan,bakat,situasi,memengaruhi gaya kepemimpinan.
tiga teori diatas dikembangkan oleh beberapa tokoh dalam teori-teori kepemimpinan yang lebih luas. Misalnya James Owens dalam the leadership game menyebutkan tiga teori kepemimpinan, yaitu :
a. Trait theory;
b. Behavior theory;
c. Matrix of leadership style.
Ketiga teori kepemimpinan yang dikemukakan oleh James Owens adalah teori sifat,teori perilaku,teori situasional. Oleh karena itu, sebenarnya tidak ada pengembangan yang berarti. Robert Tannenbaum dan Frek Massarik dalam Leadership A Frame of Reference memperkenalkan beberapa teori atau pendekatan kepemimpinan, yaitu :
a. Trait approach;
b. Situasional approach;
c. Follower-oriented approach;
d. Environment theory;
e. Personal-situasional theory;
f. Interaction-expectation theory;
g. Humanistic theory;
h. Exchange theory.
Trait theory sering disebut juga teri genetis atau teori bakat karena ia menganggap bahwa pemimpin itu dilahirkan bukan bentuk.
Behavior theory berpandangna bahwa kepemimpinan diciptakan oleh hubungan antarmanusia. Oleh karena itu, keberhasilan seorang pemimpin sangat ditentukan oleh kemampuan pemimpin itu sendiri dengan anggotanya.
Humanistic theory adalah teroi yang berpandangan tentang gaya kepemimpinan manusiawi yang digambarkan oleh Huseman melalui lima gaya kepemimpinan, yaitu: (1) gaya otokratis, (2) gaya birokratis, (3) gaya diplomatis, (4) gaya partisipatif, (5) gaya free rein leader.
Environment theory (teroi lingkungan) pernah dikembangkan oleh V.H.Vroom dan Philip Yellow (1973) dengan mengacu pada pendekatan situasional yang berusaha memberikan model normatif. Mereka berasumsi bahwa kepemimpinan akan berhasil apabila pemimpin mampu bersikap fleksibel untuk mengubah gayanya agar cocok dengan situasi dan kondisi
Exchange theory atau teori pertukaran yang merupakan modifikasi dari teori sifat dan teori perilaku. Kepemimpinan menurut teroi ini dibentuk dan dikembangkan oleh adanya pertukaran social, saling bergantinya posisi dan jabatan, naik turunnya kedudukan pejabat akan membangun situasi kepemimpinan yang sinergis.
Personal situasional theory atau teori pribadi dan situasi menyatakan bahwa kepemimpinan merupakan produk terpadunya tiga factor, yaitu : (1) perangai (sifat-sifat) pribadi dari pemimpin, (2) sifat dari kelompok dan anggota-anggotanya, (3) kejadian-kejadian (masalah-masalah) yang dihadapi oleh kelompok.
Interaction-expectation theory atau teori interaksi dan harapan merupakan perpaduan antara teori perilaku dan lingkungan. Teori ini pada prindipnya sama denga kontigensi (contingency theory) dari F.E.Fileder (1967) dan expectabcy-reinforcement theory dari Stogdill (1959). M.G.Evans (1970) mengistilahkan teori ini dengan path-goal theory, yang dikembnagkan oleh Robert J. House dan Terence R. Mithcell (1979) dengan nama motivasional theory.
Teori motivasi mengembangkan gaya kepemimpinan melalui pembentukan melalui pembentukan hubungan komunikatif dan interaksi para anggota organisasi. Semakin tinggi tingkat komunikasi atau semakin dekatnya hubungan antaranggota, atasan dengna bawahan, semakin banyak menciptakan pemimpin dalam organisasi. Interaksi antaranggota, pemimpin dan bawahan menambah pengnetahuan dan pertukaran pengalaman yang signifikan, sehingga proses pergantian pemimpin serta pola dan gaya kepemimpinan akan semakin dinamis.
PENUTUP
KESIMPULAN:
Proses pelaksanaan tugas dan kewajiban pemimpin di sebut dengan kepemimpinan. Kepemimpinan merupakan sifat dari pemimpin dalam memikul tanggung jawabnya secara moral dan legal formal atas seluruh pelaksanaan wewenangnya yang telah didelegasikan kepada orng-orang yang dipimpinnya. Dalam lembaga pendidikan, misalnya, sekolah dipimpin oleh kepala sekolah yang mendelegasikan kepemimpinannya kepada wakil kepala sekolah atau pejabat lainnya yang berada dibawahannya. Demikian pula, dengan rector sebagai pemimpin di perguruan tinggi dapat mendelegasikan kepemimpinannya kepada pemimpin di bawahnya menurut tugas dan fungsinya masing-masing, misalnya kepada pembantu rector 1 untuk menjalankan tugas-tugas akademik. Demikian pula, dengan dekan di tingkat fakultas adalah pemimpin yang memiliki bawahan yang tugas kepemimpinannya dibantu oleh para pembantu dekan.
SARAN:
Penulis menyadari bahwa tulisan ini masih sangat jauh dari sebuah kesempurna, baik dari segi isi, susunan, maupun bahasa. Untuk itu segala tegur sapa kritik dan saran yang membangun dari segenap pembaca sangat penulis harapkan. Mudah-mudahan dalam penulisan berikutnya tulisan ini semakin menjadi lebih baik
Demikianlah mudah-mudahan tulisan ini dapat bermanfaat bagi kita semua.
DAFTAR PUSTAKA:
Hikmat,M.Ag. Manajemen pendidikan. Bandung: pustaka setia. 2009.
Miftah Thoha, Kepemimpinan dalam manajemen: suatu pendekatan perilaku, PT Raja Grapindo Persada, Jakarta, 1995, hlm. 3.
Ibid, hal. 25.
Lihat dalam Konz dan O’Donnel, Management, Alih Bahasa Antariksa, dkk., Erlangga, Jakarta, 1989, hlm. 157.
Siagian, loc.cit, hlm. 41.
Trimo, MLS., Soejono Soekanto, Analisis Kepemimpinan, Angkasa, Bandung, 1984, hlm. 18.
Ibid, hlm. 42.
Ngalim Purwanto, loc.cit., hlm. 39.
Ibid, hlm. 41.
Ibid, hlm. 45.
Richard C. Husemen and Archie B. Carrol, Reading Organizational Behavior: Dimension of Management Actions, Allyn and Bacon, Boston, 1979, hlm. 289.
Pradjoedi Atmosoedirdjo, Pengambilan Keputusan (Decision Making), cetakan IV, Jakarta, 1976, hlm. 59.
Lihat dalam Richard C. Husemen and Archie B. Carrol, loc.cit., hlm. 305-312.
Atmosoedirdjo, loc.cit., hlm. 60-61.
A. PENGERTIAN PEMIMPIN
Pemimpin yang di dalam bahasa inggrisnya adalah leader.leader merupakan orang yang memiliki bawahan seperti para pekerja dalam suatu organisasi. Pemimpin memiliki orang-orang yang di pimpin. Pemimpin juga bisa di artikan pula sebagai orang yang memiliki wewenang dalam pengambilan keputusan suatu organisasi. Pemimpin dapat pula diartikan sebagai orang yang mampu mempengaruhi orang lain untuk melakukan tugas-tugas tertentu yang menjadi keinginan dan tujuan sang pemimpin.
Pemimpin adalah subjek atau pelaku dari unsur-unsur yang terdapat dalam kepemimpinan, seperti adanya kekuasaan, pengaruh, kekuatan, dan pemilik tanggung jawab paling besar bagi seluruh kegiatan yang dilakukan oleh bawahannya. Meskipun tidak semua pemimpin memiliki jiwa kepemimpinan yang sama, secara timbal balik dan fungsional, kedua konsep tersebut tidak dapat dipisahkan.
Dari pengertian diatas, terdapat unsur-unsur penting dari makna pemimpin,yaitu sebagai berikut:
• Unsure kekuasaan, yaitu menguasai organisasi dan mengendalikan struktur organisasi;
• Unsure instruksional, yaitu berwenang memberikan perintah, tugas, dan segala hal yang harus dilaksanakan oleh bawahannya;
• Unsure responsibility, yang bertanggung jawab penuh terhadap seluruh kinerja organisasi;
• Unsure pendelegasian, yaitu memiliki hak dan wewenang memindahkan tugasnya kepada bawahannya;
• Unsure supervis, yaitu berkewajiban membina dan mengarahkan anak buahnya;
• Unsure strategi, yaitu sebagai konseptor yang menyiasati berbagai upaya mengembangkan organisasi;
• Unsur budaya, yaitu yang membentuk model dan pola perilaku dalam berorganisasi;
• Unsure kharismatika, yaitu yang memiliki kewibawaan yang sifatnya dibentuk secara formal structural maupun secara cultural.
Delapan unsure yang dimiliki pemimpin menggambarkan kedudukan pemimpin dalam
Organisasi , baik dalam organisasi dalam arti yang luas atau yang sempit. Pemimpin adalah orang yang memiliki jabatan paling utama dalam menjalankan suatu organisasi. contoh, suami adalah pemimpin keluarga, maka suami adalah imam bagi istri dan anak-anaknya. Dengan demikian, seorang suami di tuntut memiliki kapabilitas untuk mengelola rumah tangganya, baik pengelolaan aspek jasmaniah maupun rohaniahnya.
Definisi lainnya tentang pemimpin dapat dikemukakan sebagai berikut.
• Pemimpin adalah orang yang berwenang mengendalikan organisasi berikut seluruh struktur yang ada di dalamnya.
• Pemimpin adalah orang yang memiliki kemampuan meningkatkan sumbersaya anak manusia dan sumber daya organisasi.
• Pemimpin adalah orang yang paling berpengaruh di dalam organisasi.
• Pemimpin adalah orang yang memiliki kedudukuan tertinggi dalam organisasi.
• Pemimpin adalah orang yang paling bertanggung jawab terhadap seluruh kinerja organisasi.
PEMBAHASAN
B. ARTI KEPEMIMPINAN
Proses pelaksanaan tugas dan kewajiban pemimpin di sebut dengan kepemimpinan. Kepemimpinan merupakan sifat dari pemimpin dalam memikul tanggung jawabnya secara moral dan legal formal atas seluruh pelaksanaan wewenangnya yang telah didelegasikan kepada orang-orang yang dipimpinnya. Dalam lembaga pendidikan, misalnya, sekolah dipimpin oleh kepala sekolah yang mendelegasikan kepemimpinannya kepada wakil kepala sekolah atau pejabat lainnya yang berada dibawahannya. Demikian pula, dengan rector sebagai pemimpin di perguruan tinggi dapat mendelegasikan kepemimpinannya kepada pemimpin di bawahnya menurut tugas dan fungsinya masing-masing, misalnya kepada pembantu rector 1 untuk menjalankan tugas-tugas akademik. Demikian pula, dengan dekan di tingkat fakultas adalah pemimpin yang memiliki bawahan yang tugas kepemimpinannya dibantu oleh para pembantu dekan.
Kepemimpinan dapat diartikan sebagai sifat-sifat dan karakter yang dimiliki seorang pemimpin. Pemimpin yang otoriter yang artinya pemimpin yang menjalankan kepemimpinan yang kurang demokratis dalam mengambil keputusan. Kekuasaannya bersifat absolute karena seluruh roda kekuasaan dikendalikan oleh dirinya sendiri. jadi, sifat-sifat seorang pemimpin berarti pula sebagai bentuk dari kepemimpinan.
Kepemimpinan adalah bentuk-bentuk nyata dari jiwa pemimpin. Salah satu dari bentuk konkret itu adalah sifat terampil dan berwibawa serta cerdas dalam mempengaruhi orang lain agar mau melaksanakan tugas-tugas yang merupakan harapan dan tujuan yang ingin diraih oleh pemimpin. Maka dari itu, sifat dasar yang sangat familiar dimiliki pemimpin adalah sebagai berikut:
• Memiliki pengalaman yang lebih banyak dibandingkan anak buahnya;
• Memiliki ilmu pengetahuan yang lebih luas dari yang dipimpinnya;
• Prestasi kerjanya yang cemerlang;
• Karier dan jabatannya terbaik dibandingkan yang lain dalam organisasinya;
• Kesempatan yang lebih besar dalam menenpati jabatan tertinggi dan tertentu;
• Kewibawaan yang dibangggakan oleh anggota organisasi;
• Meraih kekuasaan secara politik dengan berbagai cara dan strategi;
• Memiliki para pendukung yang loyal dan komitmen pada visi dan misi yang diembannya;
• Menguasai metode dan tekhnik dalam mengelola organisasi.
Dalam organisasi, fungsi-fungsi kepemimpinan berujung pada lima bentuk utama, yaitu:
• Manajer, direktur, ketua, presiden, kepala, dan istilah lainnya, yaitu pengelola dan penyelenggara organisasi yang berkaitan dengan fungsi-fungsi manajemen;
• Pengawa, yaitu yang mengontrol seluruh pelaksanaan tugas dan kewajiban bawahannya;
• Pembina, yaitu yang memberikan pengarahan dan memberikan contoh dalam melaksanakan tugas organisasi;
• Pengambil keputusan, yang menetapkan alternative pemecahan masalah yang dihadapi oleh organisasi yang dipimpinnya; dan
• Penanggung jawab untuk semua pelaksanaan program organisasi.
Kepemimpinan merupakan implementasi dari keterampilan dalam mengelola orang lain sebagai bawahannya. Mengelola sumber daya manusia dan sumber daya organisasi secara umum. Oleh sebab itu, setiap pemimpin harus memiliki managerial skill yang sangat berpengaruh pada kekuasaan yang dimilikinya. Keahlian utama dari kepemimpinan adalah Lihai dalam mengendalikan situasi dan kondisi organisasi, yaitu dengan menentukan konsep masa depan organisasi dalam bentuk wacana kerja yang visioner.
Dalam pancasila sila ke empat dikatakan bahwasanya “kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permuisyawaratan perwakilan.” Dari sila tersebut, secara filosofis, dapat kita ambil suatu konsep kepemimpinan yang indonesiawi, yaitu sebagai berikut:
• Kepemimpinan yang dibangun olehkecerdasan filosofis para pemimpin. Kecerdasan filosofis adalah pandai menemikan hikmah dari setiap penyelenggaraan organisasi, terlebih lagi suatu Negara.
• Kepemimpinan yang menetapkan pengambilan keputusan dengan nilai-nilai kebijaksanaan, artinya memberikan kemaslahatan bagi seluruh kepentingan bangsa dan Negara, kebijaksanaan yang memaslahatkan anggota suatu organisasi yang dipimpinnya.
• Kepemimpinan yang berprinsip pada nilai-nilai demokrasi, yaitu dengan melaksanakan musyawarah dalam pengambilan keputusan dan tidak menganut kepemimpinan otoriter.
• Kepemimpinan yang pandai memilih wakil-wakilnya untuk diberi wewenang, tugas, dan kewajiban dalam menjalankan roda organisasi.
Dengan konsep kepemimpinan tersebut, arti kepemimpinan dapat paparkan sebagai berikut.
• Prjudi atmosudirdjo dalam ngalim purwanto mengatakan bahwa kepemimpinan adalah kepribadian (personality) seseorang yang mendatangkan keinginan pada kelompok orang untuk mencontoh atau mengikutinya, atau yang memancarkan suatu pengaruh tertentu, suatu kekuatan atau wibawa, yang demikian rupa sehingga membuat sekelompok orang yang bersedia untuk melakukan apa yang dikehendakinya.
• Kepemimpinan dapat pula dipandang penyebab dari berbagai kegiatan, proses atau kesediaan untuk mengubah pandanganatau sikap (mental/fisik) dari kelompok orang, baik dalam hubungan organisasi formal maupun informal.
• Kepemimpinan adalah suatu seni, kesanggupan (ability) atau teknik untuk membuat sekelompok bawahan dalam organisasi formal atau para pengikut atau simpatisan dalam organisasi informal mengikkuti atau menaati segala apa yang dikehendakinya, membuaut mereka begitu antusias atau bersemangat untuk mengikutinya, bahkan mungkin rela berkorban untuknya.
• Kepemimpinan dapat pula dipandang sebagai suatu bentuk persuasi suatu seni pembinaan kelompok orang tertentu, biasanya melalui human relations dan motivasi yang tepat, sehingga tanpa adanya rasa takut, orang-orang tersebut bersedia untuk bekerja sama dan membanting tulang untuk memahami dan mencapai segala apa yang menjadi tujuan-tujuan organisasi.
Berdasarkan pandangan diatas, dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan addlah sekumpulan dari serangkain kemampuan dan sifat kepribadian, termasuk didalamnya kewibawaan, untuk dijadikan sebagai saran dalam rangka meyakinkan yang di pimpinnya agar mereka bersedia dan dapat melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya dengan rela, penuh semangat, gembira, serta merasa tidak terpaksa.
C. FUNGSI UTAMA PEMIMPIN
Fungsi yang paling utama dari seorang pemimpin adalah menjalankan kepemimpinannya dengan baik dan benar, artinya, berdasarkan aturan main yang telah disepakati dan ditetapkan oleh organisasi. Fungsi-fungsi utama yang dimaksud adalah sebagai berikut.
• Pengelola organisasi atau pengendali utama manajemen berorganisasi. Pemimpin yang menjalankan fungsi utama adalah konseptor utama yang meru,uskan visi dan misi serta tujuan organisasi, sehingga mulai perencanaan hingga pertanggung jawaban diarahkan pada tujuan yang telah ditetapkan.
• Motivator, yaitu orang yang mendorong dan memberikan dukungan penuh kepada bawahannya untuk bekerja dengan optimal.
• Pembuatan keputusan yang akan memengaruhi perkembangan dan kemajuan organisasi serta kesejahteraan para anggotanya.
• Penilai kinerja karyawannya yang akan memberikan penghargaan bagi seluruh prestasi kerja bawahannya.
• Dinamisator dan katalisator organisasi, yaitu orang yang memajukan organisasi dan mengendalikan situasi dan kondisi yang akan berpengaruh terhadap kemajuan atau kemunduran organisasi.
D. GAYA DAN SIFAT KEPEMIMPINAN
Dalam kepemimpinan terdapat beberapa ciri fungsional yang melekat pada seorang pemimpin, yaitu:
• Watak dan kewibawaan seorang pemimpin;
• Kekuasaan dalam pekerjaan yang dilaksanakan oleh bawahannya;
• Hierarki kekuasaan structural;
• Ketegasan pengambilan keputusan;
• Kecerdasan menganalisis persoalan yang menyangkut kepentingan umum.
Sifat sifat pemimpin yang utama adalah sebagai berikut:
• Energik, artinya memiliki semangat yang tinggi dan terbaik dibandingkan dengan bawahannya;
• Emosinya stabil, yaitu telaten dalam melaksanakan tugas-tugasnya;
• Mampu membangun relasi dengan seluruh bawahannya dan dengan lingkungan eksternal organisasinya;
• Memiliki motivasi yang kuat di dalam jiwanya untuk memimpin dengan baik;
• Idealis, artinya memiliki gagasan dan cita-cita yang sangat tinggi untu7k dirinya dan organisasinya;
• Ahli dalam membimbing dan mengarahkan anak buahnya;
• Terampil mengendalikan organisasi dan menjalin kerja sama dengan anak buahnya dan dengan organisasi eksternal;
• Ahli membentuk budaya organisasi dan menjalin hubungan social;
• Rasional dalam memcahkan masalah;
• Memiliki moralitas yang patut diteladani oleh anak buahnya;
Seorang pemimpin harus memiliki keahlian manajerial dan memahami hal-hal yang sifatnya teknis agar memudahkan ia mengarahkan dan membina anak buahnya. Ia harus memiliki keterampilan berkomunikas dengan orang lain, memiliki keoiawaian berinteraksi, membangun relasi, dan bersosialisasi, sehingga kepemimpinannya berjalan efektif. Ia juga harus memiliki human relation skill, keahlian berhubungan dengan orang lain, yaitu pandai membuat relasi baru dan berinteraksi dengan seluruh anak buahnya dan dengan lingkungan sekitarnya.
Gaya kepemimpinan itu berbeda-beda. Menurut Sondang P. Siagian, ada empat gaya kepemimpinan, yaitu:
• Gaya kepemimpinan otokratis;
• Gaya kepemimpinan militeristis;
• Gaya kepemimpinanpaternalistis;
• Gaya kepemimpinan demokratis.
1. KEPEMIMPINAN YANG OTOKRATIS
Dalam kepemimpinan yang otokratis, pemimpin bertindak sebagai dictator terhadap anggota-anggota kelompoknya. Pemimpin otokratis adalah pemimpin yang memiliki wewenang(authority) tunggal. Pemimpin otokratis dapat disebut sebagai pemimpin yang tidak demokratis.
Ciri-ciri pemimpin yang bergaya otokratis adalah:
a. Menjadikan organisasi sebagai milik pribadi;
b. Menetapkan tujuan pribadi dengan tujuan organis;
c. Memandang bawahan sebagai alat yang tidak berdaya;
d. Tidak mau menerima kritik, saran, dan pendapat;
e. Bergantung pada kekuasaan formal yang dimilikinya;
f. Memimpin dengan cara paksa.
Gaya otokrasi dimiliki sepenuhnya oleh pemimpin yang diktatoristik dan absolute, yang merendahkan arti musyawarah dan menolak partisipasi anak buahnya dalam pengambilan keputusan.
2. GAYA PATERNALISTIK
Gaya paternalistic ialah:
a. Menyepelekan kemampuan anak buah;
b. Over protektive, terlalu memanjakan anak buah dan terlalu melindungi;
c. Tertutup bagi pengembangan kaderisasi;
d. Kreatifitas anak buah tertekan oleh sikap god father-nya;
e. Mahatahu, jadi anak buah belum banyak tahu;
f. Close management bai anak buahnya;
g. All handle untuk seluruh rencana kerja.
3. TIPE MILITERISTIK
Seorang pemimpin yang bertipe militeristis ialah seorang pemimpin yang memiliki sifat-sifat sebagai berikut:
a. Instruksional;
b. Pangkat dan jabatan menjadi alat utama memaksa anak buahnya untuk melaksanakan tugas;
c. Serba formalistik;
d. Disiplin yang kaku;
e. Tertutup bagi kritik;
f. Formal seremonial yang pelaksanaan tugas.
4. GAYA ATAU MODEL KONTINGENSI FIELDER
Gaya kepemimpinan ini di kembangkan oleh Fred E. Fielder. Menurut gaya ini, ada tiga variable yang menentukan efektif-tidaknya kepemimpinan, yaitu: (1) hubungan antara pemimpin dengan yang dipimpin, (2) derajat struktur tugas, dan (3) kedudukan kekuasaan pimpinan. Jadi, kepemimpinan yang berhasil perlu membaca situasi dan kondisi serta menyesuaikan gaya kepemimpinannya.
Keberhasilan kepemimpinan sangat dipengaruhi okeh:
a. Human relationship pemimpin dengan yang dipimpin;
b. Staffing dan organizing yang efektif dan professional;
c. Otoritas pemimpin yang kuat dan tegas.
5. GAYA ATAU MODEL KEPEMIMPINAN TIGA DIMENSI
William J. Reddin (1970) adalah orang yang pertama kali memperkenalkan gaya kepemimpinan tiga dimensi (three-dimensional-model). Dalam gaya ini, ada tiga kelompok yang saling berhubungan, yaitu gaya dasar, gaya efektif, dan gaya tak efektif. Tiga gaya itu diorientasikan pada dua hal, yaitu orang (people oriented) dan tugas (task oriented).
Orientasi orang ditentukan dalam staffing, yaitu menempatkan orang sesuai dengan keahliannya dan pengalaman kerjanya. Orientasi tugas adalah mempertimbangkan tugas-tugas yang mampu dilaksanakan oleh karyawan sesuai dengan keahlian dan pengalamannya.
6. GAYA PATERNALISTIK
Gaya paternalistic ialah:
h. Menyepelekan kemampuan anak buah;
i. Over protektive, terlalu memanjakan anak buah dan terlalu melindungi;
j. Tertutup bagi pengembangan kaderisasi;
k. Kreatifitas anak buah tertekan oleh sikap god father-nya;
l. Mahatahu, jadi anak buah belum banyak tahu;
m. Close management bai anak buahnya;
n. All handle untuk seluruh rencana kerja.
7. KEPEMIMPINAN YANG DEMOKRATIS
Gaya kepemimpinan demokratis disebut juga dengan gaya kepemimpinan modernis dan partisipatif . Dalam pelaksanaan kepemimpinan, semua anggota diajak berpartisipasi menyumbangkan pikiran dan tenaganya untuk mencapai tujuan organisasi. Gaya demokratis adalah kebalikan dari gaya otokratis.
Pemimpin yang bertipe demokratis adalah yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
a. Pengembangan sumber daya dan kreativitas karyawan;
b. Pengembangan partisiatif karyawan;
c. Musyawarah dan mufakat;
d. Kaderisasi yang sistematis;
e. Pendelegasian normatif yang konstruktif;
f. Regenerasi kepemimpinan;
8. GAYA KEPEMIMPINAN KHARISMATIK
Charisma dapat dibagi dua macam, yaitu :
a. Kewibawaan alamiah, yaitu kewibawaan yang tealh ada pada diri pemimpin;
b. Kewibawaan buatan, yaitu kewibawaan yang diciptakan oleh jabatan dan kekuasaan.
E. TEORI-TEORI KEPEMIMPINAN
Teori-teori kepemimpinan adalah sebagai berikut .
1. Teori genetic, yaitu seorang menjadi pemimpin karena sudah dilahirkan untuk menjadi pemimpin. Kepemimpinan merupakan pembawaan yang ditetapkan oleh tuhan secara deterministic. Di samping itu, kepemimpinan diturunkan dari orang tuanya yang juga sebagai seorang pemimpin. Misalnya, mantan Presiden Soekarno adalah pemimpin yang jiwa kepemimpinannya diturunkan kepada Megawati Soekarno Putri.
2. Teori social, yang berpandangna bahwa pemimipin dilahirkan oleh kelompok tertentu. Keberhasilan kepemimpinannya sangat sitentukan oleh dukungan kelompoknya. Jka kelompoknya lari dari lingkungan organisasi yang dipimpinnya,secara otomatis sang pemimpin pun tamat riwayatnya.
3. Teori situasional, yaitu yang berpandanga bahwa lahirnya pemimipin bergantung pada situasi dan kondisi. Pelaksanaan kepemimpinan harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi. Seperti pemimpin Negara yang diciptakan oleh konstitusi dan keterlibatan rakyat secara langsung yang memilihnya. Sementara para pemimpin Negara akan menerapkan gaya kepemimpinannya dengan mempertimbangkan situasi dan kondisi.
4. Teori ekologis, yaitu teori yang berpandangan bahwa lingkungan sangat mempengaruhi kepemimpinan. Seluruh aspek yang berhubungan dengan lingkungan, misalnya pendidikan dan pelatihan,bakat,situasi,memengaruhi gaya kepemimpinan.
tiga teori diatas dikembangkan oleh beberapa tokoh dalam teori-teori kepemimpinan yang lebih luas. Misalnya James Owens dalam the leadership game menyebutkan tiga teori kepemimpinan, yaitu :
a. Trait theory;
b. Behavior theory;
c. Matrix of leadership style.
Ketiga teori kepemimpinan yang dikemukakan oleh James Owens adalah teori sifat,teori perilaku,teori situasional. Oleh karena itu, sebenarnya tidak ada pengembangan yang berarti. Robert Tannenbaum dan Frek Massarik dalam Leadership A Frame of Reference memperkenalkan beberapa teori atau pendekatan kepemimpinan, yaitu :
a. Trait approach;
b. Situasional approach;
c. Follower-oriented approach;
d. Environment theory;
e. Personal-situasional theory;
f. Interaction-expectation theory;
g. Humanistic theory;
h. Exchange theory.
Trait theory sering disebut juga teri genetis atau teori bakat karena ia menganggap bahwa pemimpin itu dilahirkan bukan bentuk.
Behavior theory berpandangna bahwa kepemimpinan diciptakan oleh hubungan antarmanusia. Oleh karena itu, keberhasilan seorang pemimpin sangat ditentukan oleh kemampuan pemimpin itu sendiri dengan anggotanya.
Humanistic theory adalah teroi yang berpandangan tentang gaya kepemimpinan manusiawi yang digambarkan oleh Huseman melalui lima gaya kepemimpinan, yaitu: (1) gaya otokratis, (2) gaya birokratis, (3) gaya diplomatis, (4) gaya partisipatif, (5) gaya free rein leader.
Environment theory (teroi lingkungan) pernah dikembangkan oleh V.H.Vroom dan Philip Yellow (1973) dengan mengacu pada pendekatan situasional yang berusaha memberikan model normatif. Mereka berasumsi bahwa kepemimpinan akan berhasil apabila pemimpin mampu bersikap fleksibel untuk mengubah gayanya agar cocok dengan situasi dan kondisi
Exchange theory atau teori pertukaran yang merupakan modifikasi dari teori sifat dan teori perilaku. Kepemimpinan menurut teroi ini dibentuk dan dikembangkan oleh adanya pertukaran social, saling bergantinya posisi dan jabatan, naik turunnya kedudukan pejabat akan membangun situasi kepemimpinan yang sinergis.
Personal situasional theory atau teori pribadi dan situasi menyatakan bahwa kepemimpinan merupakan produk terpadunya tiga factor, yaitu : (1) perangai (sifat-sifat) pribadi dari pemimpin, (2) sifat dari kelompok dan anggota-anggotanya, (3) kejadian-kejadian (masalah-masalah) yang dihadapi oleh kelompok.
Interaction-expectation theory atau teori interaksi dan harapan merupakan perpaduan antara teori perilaku dan lingkungan. Teori ini pada prindipnya sama denga kontigensi (contingency theory) dari F.E.Fileder (1967) dan expectabcy-reinforcement theory dari Stogdill (1959). M.G.Evans (1970) mengistilahkan teori ini dengan path-goal theory, yang dikembnagkan oleh Robert J. House dan Terence R. Mithcell (1979) dengan nama motivasional theory.
Teori motivasi mengembangkan gaya kepemimpinan melalui pembentukan melalui pembentukan hubungan komunikatif dan interaksi para anggota organisasi. Semakin tinggi tingkat komunikasi atau semakin dekatnya hubungan antaranggota, atasan dengna bawahan, semakin banyak menciptakan pemimpin dalam organisasi. Interaksi antaranggota, pemimpin dan bawahan menambah pengnetahuan dan pertukaran pengalaman yang signifikan, sehingga proses pergantian pemimpin serta pola dan gaya kepemimpinan akan semakin dinamis.
PENUTUP
KESIMPULAN:
Proses pelaksanaan tugas dan kewajiban pemimpin di sebut dengan kepemimpinan. Kepemimpinan merupakan sifat dari pemimpin dalam memikul tanggung jawabnya secara moral dan legal formal atas seluruh pelaksanaan wewenangnya yang telah didelegasikan kepada orng-orang yang dipimpinnya. Dalam lembaga pendidikan, misalnya, sekolah dipimpin oleh kepala sekolah yang mendelegasikan kepemimpinannya kepada wakil kepala sekolah atau pejabat lainnya yang berada dibawahannya. Demikian pula, dengan rector sebagai pemimpin di perguruan tinggi dapat mendelegasikan kepemimpinannya kepada pemimpin di bawahnya menurut tugas dan fungsinya masing-masing, misalnya kepada pembantu rector 1 untuk menjalankan tugas-tugas akademik. Demikian pula, dengan dekan di tingkat fakultas adalah pemimpin yang memiliki bawahan yang tugas kepemimpinannya dibantu oleh para pembantu dekan.
SARAN:
Penulis menyadari bahwa tulisan ini masih sangat jauh dari sebuah kesempurna, baik dari segi isi, susunan, maupun bahasa. Untuk itu segala tegur sapa kritik dan saran yang membangun dari segenap pembaca sangat penulis harapkan. Mudah-mudahan dalam penulisan berikutnya tulisan ini semakin menjadi lebih baik
Demikianlah mudah-mudahan tulisan ini dapat bermanfaat bagi kita semua.
DAFTAR PUSTAKA:
Hikmat,M.Ag. Manajemen pendidikan. Bandung: pustaka setia. 2009.
Miftah Thoha, Kepemimpinan dalam manajemen: suatu pendekatan perilaku, PT Raja Grapindo Persada, Jakarta, 1995, hlm. 3.
Ibid, hal. 25.
Lihat dalam Konz dan O’Donnel, Management, Alih Bahasa Antariksa, dkk., Erlangga, Jakarta, 1989, hlm. 157.
Siagian, loc.cit, hlm. 41.
Trimo, MLS., Soejono Soekanto, Analisis Kepemimpinan, Angkasa, Bandung, 1984, hlm. 18.
Ibid, hlm. 42.
Ngalim Purwanto, loc.cit., hlm. 39.
Ibid, hlm. 41.
Ibid, hlm. 45.
Richard C. Husemen and Archie B. Carrol, Reading Organizational Behavior: Dimension of Management Actions, Allyn and Bacon, Boston, 1979, hlm. 289.
Pradjoedi Atmosoedirdjo, Pengambilan Keputusan (Decision Making), cetakan IV, Jakarta, 1976, hlm. 59.
Lihat dalam Richard C. Husemen and Archie B. Carrol, loc.cit., hlm. 305-312.
Atmosoedirdjo, loc.cit., hlm. 60-61.
Langganan:
Postingan (Atom)